kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Industri Penyamakan Kulit Mengerem Produksi


Selasa, 15 Juni 2010 / 08:08 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Akibat kekurangan pasokan bahan baku kulit, industri penyamakan kulit pun mengerem produksinya.

"Bahkan bagi perusahaan skala kecil dan menengah bisa jadi akan menghentikan produksinya," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Agit Punto Yuwono.

Gambarannya begini, pada empat bulan pertama tahun ini, saat harga bahan baku kulit naik dariRp 12.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg, dari 100 perusahaan hanya 40 perusahaan yang aktif berproduksi. "Kalau harga bahan baku terus naik, dari 40 perusahaan yang aktif itu akan tergerus lagi sekitar 50% nya," jelas Agit.

Sebagai catatan, kebutuhan kulit sapi sebanyak 5 juta per tahun, tapi suplai dari lokal hanya 2 juta lembar. Sedangkan kebutuhan kulit kambing industri penyamakan kulit sebesar 25 juta lembar per tahun, tapi yang bisa dipenuhi dari lokal hanya 20% nya atau 5 juta lembar. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan kulit sapi harus diimpor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×