kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.861   18,00   0,11%
  • IDX 8.219   -46,25   -0,56%
  • KOMPAS100 1.159   -9,30   -0,80%
  • LQ45 830   -9,45   -1,13%
  • ISSI 295   -1,08   -0,36%
  • IDX30 433   -3,09   -0,71%
  • IDXHIDIV20 517   -3,87   -0,74%
  • IDX80 129   -1,08   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,27   -0,19%
  • IDXQ30 140   -1,45   -1,03%

Industri sanitasi lesu, begini strategi yang dipasang pelaku usaha


Minggu, 15 September 2019 / 17:59 WIB
Industri sanitasi lesu, begini strategi yang dipasang pelaku usaha
ILUSTRASI. Produk TOTO


Reporter: Kenia Intan | Editor: Tendi Mahadi

Lesunya industri sanitary juga dialami PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO). Sepanjang semester I, perusahaan mencatatkan penurunan penjualan bersih menjadi Rp 989,73 miliar dari sebelumnya Rp 1,14 triliun.

Adapun laba tahun berjalan perusahaan juga terseret turun  56,31% yoy menjadi Rp 63,16 miliar. 

Sedikit berbeda dengan Kohler, menghadapi pasar yang lesu TOTO justru mencoba menyasar ceruk pasar menengah ke bawah sebagai salah satu strateginya.

Baca Juga: Pertumbuhan cat propan melambat menjadi 15%

Berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id, produk segmen bawah TOTO banyak diserap oleh daerah Indonesia yang belum terjamah produk sanitary

Melihat kondisi pasar dalam negeri yang tidak menentu, TOTO juga berusaha menggalakkan penjualan ekspornya, seperti ke negara Tiongkok, Amerika, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah. 

Tercatat di semester I 2019, penjualan ekspor TOTO justru naik 3,13% menjadi Rp 245,46 miliar, sementara penjualan domestiknya menurun 18,05% yoy menjadi Rp 744,27 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×