kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Industri sawit bingung dengan aturan lahan gambut


Jumat, 28 November 2014 / 14:11 WIB
Industri sawit bingung dengan aturan lahan gambut
ILUSTRASI. Manfaat Blewah untuk Kesehatan Tubuh


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pelaku industri perkebunan kembali terusik. Kali ini kebijakan yang dikeluhkan adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. 

Salah satu yang dikeluhkan dalam isi beleid tersebut adalah pasal 23 ayat 3. Dalam kebijakan tersebut, pohon yang ditanam di lahan gambut tidak boleh melebihi 0,4 meter (m) di bawah permukaan gambut, atau tereksposnya sedimen berpirit atau kwarsa di bawah lapisan Gambut.

Direktur Riset PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Tony Liwang mengatakan, penerapan kebijakan tersebut membingungkan pelaku usaha. "Peraturan ini tidak hanya berlaku untuk sawit saja. Siapa yang tanggung jawab. Sekarang lagi review terhadap pengusaha yang terkena dampak langsung," ujarnya, Jumat (28/11).

Tony sendiri mengatakan, kebijakan tersebut maksudnya sangat bagus untuk menanggulangi kebakaran hutan. Namun, berdasarkan perhitungan idealnya pohon sawit yang ditanam tersebut kedalamanannya sekitar 60 cm. 

Perkebunan sawit yang berlokasi di lahan gambur sendiri tidak banyak. Tony menghitung, setidaknya dari 10 juta hektare (ha) lahan perkebunan sawit yang ada di Indonesia, hanya sekitar 500.000 ha yang lokasinya di lahan gambut. 

Produktivitas kelapa sawit sendiri sangat dipengaruhi melalui water management. "Pengaturan pengairan tersebut harus ditingkatkan keefektifitasannya agar dapat mendukung pertumbuhan industri sawit," kata Budi Indra Setiawan, dari Insitut Pertanian Bogor (IPB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×