kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.803   -27,00   -0,16%
  • IDX 8.266   133,82   1,65%
  • KOMPAS100 1.166   20,62   1,80%
  • LQ45 839   9,53   1,15%
  • ISSI 295   6,69   2,32%
  • IDX30 434   3,42   0,79%
  • IDXHIDIV20 518   -0,77   -0,15%
  • IDX80 130   2,13   1,66%
  • IDXV30 142   1,03   0,73%
  • IDXQ30 140   -0,08   -0,06%

Industri surimi tunggu bahan baku nelayan


Selasa, 24 Juli 2018 / 18:45 WIB
Industri surimi tunggu bahan baku nelayan
ILUSTRASI. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri surimi masih terkendala pengadaan bahan baku dasar ikan. Penyebabnya karena aturan cantrang mengurangi minat nelayan serta efek libur selama masa lebaran membuat nelayan baru mengarungi laut pada beberapa minggu terakhir ini.

Direktur Operasional PT Kelola Mina Laut (KML), Zainul Masik, menyatakan untuk saat ini produksinya belum sepenuhnya karena menunggu pasokan bahan baku.

"Realisasi masih 60% karena nelayan baru datang karena jeda libur lebaran," jelasnya saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (24/7).

Menurutnya, pengadaan bahan baku baru bisa stabil pada minggu depan saat nelayan mulai kembali. Adapun kapasitas produksi yang dikerjakan KML saat ini setara dengan pengolahan 40-50 ton per hari.

Senada, Direktur PT Southern Marine Products (SMP), Agus Amin Thohari juga menyampaikan hal serupa. Selain karena efek libur lebaran yang menyebabkan pasokan berkurang, ia melihat aturan cantrang juga berpengaruh.

Walaupun aturan cantrang telah dilonggarkan, namun hal tersebut tetap berdampak pada minat nelayan.

Adapun kini harga bahan baku di UPT dipatok di Rp 8.500 - Rp 9.000 per kilogram. Harga ini tidak jauh berbeda dari beberapa bulan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×