kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Didesak Menteri Susi diversifikasi, industri surimi butuh investasi


Kamis, 18 Januari 2018 / 23:01 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti


Reporter: | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Susi Pudjiastuti meminta industri surimi (ikan olahan) untuk melakukan diversifikasi.

Permintaan tersebut menyambut keputusan perpanjangan penggunaan cantrang yang tetap dibarengi penggantian alat tangkap. Susi bilang industri surimi perlu mengikuti keputusan nelayan untuk mengganti alat tangkap.

"Pabrik surimi harus menghargai komitmen nelayan yang mengganti alat tangkap dan mulai diversifikasi," ujar Susi, Kamis (18/1).

Susi menekankan kepada pengusaha untuk segera melakukan diversifikasi. Hal itu mengingat industri surimi perlu memerhatikan aspek keberlanjutan usaha, profit, dan produksi.

Perpanjangan waktu penggunaan cantrang dinilai dapat memberikan bahan baku bagi industri surimi. Namun, ketika penggantian alat tangkap selesai akan membuat industri surimi kekurangan bahan baku.

Sementara itu diversifikasi yang diminta untuk dilakukan oleh industri surimi dinilai masih terlalu dini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo bilang hal yang penting adalah pemenuhan bahan baku bagi industri surimi.

"Rencana diversifikasi usaha masih terlalu dini untuk dibahas mengingat saat ini yang paling penting adalah menghidupkan lagi industri surimi," terang Budhi.

Budhi bilang diversifikasi industri surimi memerlukan investasi yang besar. Kerugian besar yang sebelumnya dirasakan industri surimi akibat berhentinya produksi membuat kekurangan dana untuk diversifikasi.

Setelah industri surimi berjalan normal industri baru akan melakukan kajian diversifikasi. Kajian tersebut akan dilakukan secara lebih detail kelayakan pengembangan usaha menggunakan bahan baku dari daerah Indonesia timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×