kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini alasan Giant tutup seluruh gerai minimarket


Jumat, 29 November 2019 / 18:13 WIB
ILUSTRASI. Giant Mart di Perumahan Citra III, Jakarta Barat.


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Supermarket Tbk (HERO) berencana melakukan transformasimulti tahun untuk mengembangkan bisnis jangka panjang.

Langkah ini mereka ambil seiring dengan pola belanja pelanggan yang terus berubah.

Beberapa strategi mereka lakukan. Salah satu yang dilakukan selain melakukan konversi gerai Giant menjadi IKEA adalah Giant menutup beberapa gerai Giant miliknya,  termasuk gerai Giant Mart.

Giant Mart merupakan format baru minimarket Ginat yang dikenalkan pada 2017 lalu.

Baca Juga: Investasi lebih murah, HERO bakal sulap Giant jadi IKEA lagi

"Sebelumnya kami punya tiga gerai Giant Mart dan sudah tutup karena sulit bersaing. Alasan kami tutup karena kami harus fokus pada format dan transformasi bisnis," ujar Gareth Glynne, Direktur HERO di Jakarta, Jumat (29/11)

Asal tahu saja, Giant Mart diperkenalkan pertama kali pada 16 Agustus 2017 lalu dengan membuka gerai di Jakarta Barat.

Kemudian pada awal tahun 2018 perusahaan melakukan ekspansi penambahan dua gerai lainnya.

Hanya saja, pasar minimarket domestik memang sangat kompetitif.




TERBARU

[X]
×