kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.113   83,00   0,46%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Ini alasan Integra Indocabinet (WOOD) kerek target penjualan di tahun ini


Senin, 04 Oktober 2021 / 18:10 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) kian optimistis di tahun 2021. Buktinya, perusahaan mengerek target penjualan perusahaan di tahun ini menjadi Rp 4,5 triliun. Sebelumnya, perusahaan hanya menargetkan penjualan di tahun ini bisa mencapai Rp 3,71 triliun.

Dengan target baru tersebut, maka Integra Indocabinet optimistis, penjualan di tahun ini bisa loncat 50% dibandingkan penjualan di tahun 2020 silam.

Kenaikan target penjualan dilakukan karena didukung oleh sales order yang kuat pada periode Januari-Agustus 2021 yang telah melampaui target penjualan WOOD di tahun 2021 yang telah ditetapkan sebelumnya. Per Agustus 2021, WOOD mencatatkan sales order mencapai Rp 4,25 triliun.

“Kami menargetkan akan menerima tambahan sales order dalam beberapa bulan mendatang, sehingga perusahaan dapat membukukan pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi dari yang diharapkan pada tahun 2021,” ungkap Manajemen WOOD dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Senin (4/10).

Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) ingin revisi target kinerja 2021

 

Meski kondisi pengiriman global mengalami kelangkaan kontainer dan kemacetan di pelabuhan, WOOD masih dapat melakukan pengiriman dengan membantu pelanggan mendapatkan lebih banyak ruang dan tarif pengiriman yang lebih kompetitif.

Selain itu, WOOD juga sangat menghargai pemerintah khususnya Menteri Perdagangan Muhammad Lufti atas upaya dan kerja kerasnya dalam mendukung para eksportir nasional mengatasi kondisi global yang mengalami kelangkaan kontainer dan kemacetan di pelabuhan.

Pada semester kedua 2021, WOOD memperkirakan sales order yang lebih tinggi akan datang karena permintaan yang besar dari segmen furnitur dan komponen bangunan yang terus bertumbuh. Hal ini tentu akan mendorong penjualan WOOD sampai akhir tahun ini.

“Pasar Amerika Serikat (AS) akan tetap menjadi kontributor penjualan terbesar dan dukungan dari wilayah lain seperti Eropa dan domestik mulai pulih,” pungkas Manajemen WOOD.

Selanjutnya: Perkasa, rupiah spot menguat ke Rp 14.269 per dolar AS pada tengah hari ini (4/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×