kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini alasan Semen Baturaja tetap bangun pabrik meski pasar semen stagnan


Rabu, 14 Februari 2018 / 21:03 WIB
ILUSTRASI. Semen Baturaja Tbk (SMBR)


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski pasar penjualan semen nasional masih terbilang stagnan, tapi ekspansi produsen semen tetap berjalan. Terbaru, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berencana membangun pabrik cement mills dan packing plant di Jambi.

Direktur Utama SMBR Rahmad Pribadi mengatakan pertumbuhan penjualan SMBR di Jambi sangat bagus. Bahkan volume penjualan di Jambi diklaim naik 100%. "Di samping itu provinsi Jambi satu-satunya provinsi yang belum ada cement mill," kata Rahmad kepada Kontan.co.id, Rabu (14/2).

Sementara itu pertumbuhan konsumsi pasar Jambi melebihi rata-rata nasional. Dalam beberapa tahun ke depan, ia memprediksi pembangunan infrastruktur akan menembus Jambi. "Kami siapkan investasi total sekitar Rp 300 miliar," katanya.

Sumber dana dari kas internal dan juga pinjaman. Ditargetkan pabrik bisa selesai akhir tahun. "Ijin sebagian sudah keluar karena yang kita bangun adalah cement mills dan packing plant. Sehingga tidak serumit kalau membangun integrated plant," katanya.

Catatan saja, SMBR punya pabrik penggilingan dan pengantongan semen di Palembang dengan kapasitas 350.000 ton semen per tahun. Kemudian ada pabrik Panjang dengan kapasitas 350.000 ton per tahun. Selain itu, ada pabrik Baturaja dengan kapasitas 3,15 juta ton semen per tahun dan juga pabrik terak dengan kapasitas 2,7 juta ton terak per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×