kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini alasan SOCI batalkan obligasi US$ 300 juta


Rabu, 19 Juli 2017 / 21:11 WIB
Ini alasan SOCI batalkan obligasi US$ 300 juta


Reporter: Tantyo Prasetya | Editor: Dessy Rosalina

JAKARTA. Emiten pelayaran dan penggalangan kapal, PT Soechi Lines (SOCI) melangsungkan public expose insidentil. Hal ini terkait sikap perseroan yang membatalkan penerbitan obligasi senilai US$ 300 juta.

Paula Marlina, selaku Direktur Keuangan SOCI menyatakan bahwa perseroan bergerak dalam industri yang padat belanja modal (capex). Artinya, perseroan akan segera mencari pendanaan begitu melihat permintaan dari pasar besar untuk kebutuhan logistik untuk keperluan off shore maupun untuk industri galangan kapal.

Di Mei lalu, SOCI mengumumkan akan merilis obligasi US$ 300 juta. Kupon yang ditawarkan maksimal 10% dengan tenor 7 tahun.

Tapi, pada Juni, saat emiten perkapalan itu sudah mulai menjual utang tersebut, di tengah perjalanan manajemen memutuskan untuk menunda penerbitannya lantaran sejumlah calon investor mendadak mundur.

"Begitu lihat market, sepertinya lagi bagus. Kalau mencari dana lewat bond seperti ini, apakah akan bagus dari segi cost of fund atau amortisasi dari loan itu," terang Paula di Jakarta, Rabu (19/7)

Paula menambahkan sesungguhnya tidak ada urgensi khusus dari penerbitan obligasi tersebut. Memang, sebelumnya dana dari obligasi tersebut akan digunakan untuk refinancing hutan-hutan sebelumnya.

Namun, Paula bilang, masih ada jangka waktu 1 tahun untuk hutang tersebut hingga jatuh tempo. "Tadinya ada minta US$ 300 juta untuk refinancing loan yang ada. Jadi, itu untuk  refinancing utang," terang Paula.

Rencananya, sebesar 85% dari penerbitan surat utang akan digunakan untuk refinancing utang. Kemudian sebesar 10% untuk pembelian kapal, dan 5% dialokasikan sebagai modal kerja. Adapun bunga tetap maksimum dari surat utang ini yakni sebesar 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×