kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ini dua skema penyewaan Palapa Ring Barat


Selasa, 04 September 2018 / 19:49 WIB
ILUSTRASI. Proyek Palapa Ring Paket Barat Mulai Gelar Kabel Serat Optik


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada Mei 2018 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merampungkan proyek Palapa Ring Barat sebagai infrastruktur backbone jaringan seluler. Minggu depan Kominfo bakal menetapkan tarif sewa Palapa Ring.

Tapi sebelum itu, perlu diketahui Palapa Ring bakal tersedia dalam dua skema sewa. Ada skema yang berdasrkan kapasitas per megabyte per second, adapula sewa pasif.

“Kalau sewa aktif, mereka sewa kabelnya sudah aktif. Kalau pasif, kabelnya belum hidup mereka yang beli perangkat aktifnya,” kata Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif, Selasa (4/9).

Yang menarik, sewa pasif ini diperuntukkan bagi operator yang tidak ingin ketahuan bahwa jalurnya melintasi suatu wilayah. Sebab, kata Anang, kalau ketahuan berapa jalurnya, maka bakal diketahui potensi daerah tersebut yang ditunjukkan dari bandwidth yang terpakai.

“Beberapa dari mereka enggak tertarik kalau sewanya terbaca. Baru terbaca kalau jadi penyewa aktif,” tutur Anang.

Tapi syaratnya, operator perlu mempersiapkan infrastruktur sendiri untuk menjadi sewa pasif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×