kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini fokus Indika Energy (INDY) di kuartal IV-2018


Selasa, 09 Oktober 2018 / 20:16 WIB
Ini fokus Indika Energy (INDY) di kuartal IV-2018
ILUSTRASI. PT Indika Energy Tbk (INDY)


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk tengah membangun PLTU Cirebon Unit 2. Direktur Keuangan Indika Energy Azis Armand mengatakan pembangunan PLTU ini dapat memakan waktu sekitar 4 tahun. “Target kami untuk pembangunannya sekitar 4 tahun, kami perkirakan akan selesai pada 2022,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (9/10).

Sejauh ini, Armand bilang pembangunan PLTU Cirebon Unit 2 ini progresnya sesuai dengan rencana. “Tahun ini pembangunan fokus pada land development termasuk pemasangan struktur bangunan,” imbuhnya. Nantinya pembangkit listrik ini mampu memproduksi listrik sebesar 1000 megawatt. Dengan begitu, total produksi listri PLTU Cirebon milik Indika listrik sebesar 1600 megawatt.

Dalam berita Kontan.co.id sebelumnya, pemasok batubara untuk PLTU Cirebon Unit 2 ini adalah PT Kideco Jaya Agung, salah satu anak usaha emiten berkode saham INDY yang bergerak dipertambangan batubara, dan pada tahun ini menargetkan produksi 33 sampai 34 juta ton batubara.

Setelah PLTU Cirebon Unit 2 ini beroperasi, pembangkit listrik ini membutuhkan 40 juta ton per tahun batubara untuk operasionalnya.

Selain terus mengerjakan pembangunan PLTU Cirebon Unit 2 dan menggenjot produksi batubara, pada kuartal IV 2018 INDY juga bakal terus berupaya menjadi perusahaan energi di Indonesia yang memaksimalkan sinergi anak usahanya serta keahliannya di sektor sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur energi yang terintegrasi.

“Dengan kemampuan dan rekam jejak yang mumpuni, kami terus melihat peluang usaha baik dari sektor batubara maupun nonbatubara,” kata Armand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×