kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ini fokus Telefast Indonesia (TFAS) untuk dongkrak kinerja


Selasa, 21 Juli 2020 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Telefast Indonesia


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

Ia juga menjelaskan, Perseroan memiliki 3 (tiga) produk unggulan yaitu HRIS Application (HR-KU), Job Web Portal (Bilik Kerja), dan HR Licensed Provider (PT Emitama Wahana Mandiri). "Terkhusus di masa pandemic ini, Perseroan menyadari HRIS memiliki peluang yang besar melihat perlunya mencanangkan sistem HR yang dapat diakses dimana saja (flexible)," ujarnya.

Adanya rencana ekspansi dalam upaya mempertahankan kinerja, menurut Jody, Perseroan melihat ada beberapa hal menarik untuk dikembangkan dari Perseroan terkait dengan supply dan demmand. Supply di dunia ketenagakerjaan cukup memiliki banyak tantangan.

Dalam mengembangkan bisnisnya di tahun 2020, Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi dalam memperluas jaringan mitra kerja melalui program Telefast Agent yang akan membuka banyak peluang untuk masyarakat dalam berkontribusi bersama Perseroan.

Dalam memperbanyak database Perseroan akan mengembangkan platform Sobat KerjaKU dimana platform ini dapat mengumpulkan Curriculum Vitae (CV) para pencari kerja dari setiap titik poin di mitra outlet Perseroan yang telah terdaftar. Pencari kerja hanya cukup scan QR Code di setiap titik poin.

Berdasarkan data Perseroan, Pada Kuartal I/2020, pendapatan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) tumbuh 8,9% YoY menjadi Rp 146,9 miliar, disebabkan oleh ekspansi organik dari segmen produk Telco yang lama dan ekspansi dari Segmen SDM yang terintegrasi. Sementara, laba Kotor dan Marjin Laba Usaha berada di bawah tekanan karena peningkatan biaya terkait dengan kegiatan akuisisi merchant yang agresif.

Baca Juga: Layanan digital jadi solusi mendorong bisnis remitansi perbankan

Akibatnya, margin laba kotor turun menjadi 7,9% di Kuartal I/2020 dari 10,2% di Kuartal I/2019. Marjin Laba Operasional turun dari 5,9% di Kuartal I/2019 menjadi 3,2% di Kuartal I/2020, karena biaya terkait peningkatan kegiatan promosi dan sosialisasi sehubungan dengan ekspansi TFAS ke Digital HR.

"Dengan nimble balance sheet (0,3x utang bersih terhadap ekuitas) di tempat pasca-IPO, TFAS berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan upaya ekspansi pada tahun 2020," katanya.

Di situasi pandemic saat ini, TFAS juga berupaya untuk tetap menjaga pendapatan terus stabil lewat berbagai upaya inovasi dalam strategi sesuai dengan protokol yang dianjurkan pemerintah. "Perseroan akan terus mengupayakan ekspansi dan pengembangan setiap layanan yang dimiliki lewat kolaborasi dengan berbagai pihak dan juga dengan memanfaatkan jaringan Telefast," ujar Jody.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×