kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS876.000 -1,35%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Ini langkah PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mendorong proyek energi terbarukan


Jumat, 01 November 2019 / 16:14 WIB
Ini langkah PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) mendorong proyek energi terbarukan
ILUSTRASI. Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana membuka seminar dan pameran PJB CONNECT

Reporter: Kenia Intan | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -SURABAYA. PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) terus menggalakkan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam memproduksi listriknya.

Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantra mengatakan, dari total kapasitas terpasang sebesar 14.000 Mega Watt (MW) listrik yang diproduksi, sekitar 8,9% atau setara 1.250 MW dihasilkan dengan EBT. 

Baca Juga: Ada apa dengan konsorsium PLTGU Jawa 1? Ginanjar dicopot dari Dirut Pertamina Power

"Ada sekitar 700 MW hingga 800 MW lagi, masih dikonstruksi, dalam waktu dekat akan dikembangkan," terang Iwan usai pembukaan PJB Connect 2019 di Kantor PJB, Selasa (29/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan, PJB tengah melakukan uji coba co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton. Adapun uji coba ini menggantikan sebagian batu bara dengan kayu atau wood palet. Perkembangan sejauh ini, uji coba secara bertahap sampai dengan volume 3% dari target 5%. 

Saat ini, PJB juga tengah melakukan kajian dan uji coba untuk PLTU tipe Circulating Fluidized Bed (CFB) di Sumatera. CFB ini bisa  melakukan co-firing sampai 30% dengan menggunakan cangkang kelapa sawit atau biomass lainnya. Adapun kapasitas di Sumatera 510 MW.

Selain itu, penerapan EBT lainnya telah dilakukan di Pembangkit Listrik Tenaga Air Cirata (PLTA), berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 1 MW. Penerapan EBT ini dijadikan sebagai pusat studi.

Baca Juga: Dirjen Ketenagalistrikan buka PJB Connect 2019, ajang berkumpul komunitas kelistrikan

Rencana ke depan akan dibangun PLTS terapung di waduk Cirata. Jika PLTS terapung di Cirata itu sudah bisa produksi, nantinya akan digunakan ke seluruh dam yang ada di Indonesia. "Kami sudah memetakan seluruh Dam yang ada di Indonesia, sudah ada studinya, " tambahnya. 

Sementara itu, untuk meningkatkan produksi listrik di PLTA Cirata, PJB melakukan modifikasi cuaca untuk memaksimalkan curah hujan. Asal tahu saja, curah hujan menjadi sumber PLTA Cirata. Selain di Cirata, uji coba EBT juga tengah dilakukan di PLTA di Tulungagung. 

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Ketenagalistrikan Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) Rida Mulyana menyampaikan, renewable energi dan new energi menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan lagi. "Masalah transisi ini harus dipercepat," ungkap Rida, Selasa(29/10). 

Baca Juga: Empat pembangkit PJB meraih penghargaan Subroto Award

Demi mempercepat transisi ini, setiap PLTU yang dikelola PJB diharapkan memiliki PLTS. PJB juga diminta dengan  segera menyelesaikan PLTS di PLTA Cirata.

Rida pun meminta PJB untuk segera memanfaatkan waduk-waduk yang ada sebagai PLTA, mengingat pihaknya sudah membicarakan dengan PU Perairan mengenai hal ini. Terkait regulasi, Rida bilang pihaknya siap memberikan berbagai dukungan seperti pengubahan aturan maupun insentif.

Melalui Rida, Menteri ESDM Arifin Tasrif juga menghimbau PJB untuk memanfaatkan PLTS di rooftop dan terus mencampurkan energi pembangkit listrik dengan biomassa sesuai dengan teknologi yang dimiliki PJB saat ini. 

Baca Juga: Rekadaya Elektrika tuntaskan pembangunan transmisi 150 kilovolt dalam 15 bulan

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×