kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,67   -28,05   -2.91%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Langkah Pupuk Indonesia Dorong Kemampuan Salurkan Pupuk Subsidi


Selasa, 01 Agustus 2023 / 23:09 WIB
 Ini Langkah Pupuk Indonesia Dorong Kemampuan Salurkan Pupuk Subsidi
ILUSTRASI. Stok Pupuk Indonesia di?gudang lini III


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) terus meningkatkan kemampuan dan pelayanan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Untuk itu, perusahaan meningkatkan pemahaman distributor dan kios terhadap aturan, serta menerapkan digitalisasi kios untuk memudahkan petani menebus pupuk bersubsidi.

SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana menyatakan, peningkatan kemampuan dan pelayanan penyaluran pupuk bersubsidi akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor, kios, hingga dinas pertanian di berbagai daerah. 

“Pada prinsipnya, kami selalu memberikan sosialisasi kepada kios dan distributor secara berkala. Apalagi, kami memiliki kantor perwakilan di sejumlah provinsi dan punya ratusan petugas pemasaran lapangan yang tersebar di seluruh kabupaten,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (1/8).

Wijaya mengungkapkan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional telah mencapai sebesar 3,83 juta ton hingga 28 Juli 2023. Rinciannya, urea 2,25 juta ton dan NPK 1,55 juta ton. 

Baca Juga: Harga Amoniak Turun, Laba Surya Esa Perkasa (ESSA) Anjlok Hingga 94% di Semester I

Sementara stok pupuk bersubsidi secara nasional yang tersedia di gudang lini III atau tingkat kabupaten tercatat 853.255 ton atau setara 353 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah. Itu terdiri dari urea sebanyak 513.604 ton dan NPK sebesar 339.651 ton per tanggal 31 Juli 2023.

Ia bilang, penyerapan pupuk bersubsidi biasanya akan kembali meningkat saat memasuki musim hujan yang biasanya terjadi pada akhir tahun. Pada saat ini, kios-kios akan kembali meningkatkan stoknya.

Peningkatan kemampuan dan pelayanan penyaluran pupuk bersubsidi, lanjut Wijaya, juga dilakukan dengan menerapkan digitalisasi kios. Hingga saat ini, Pupuk Indonesia telah melakukan uji coba digitalisasi kios di 5 provinsi, yaitu Bali, Aceh, Bangka Belitung, Riau, dan Kalimantan Selatan. 

Dalam waktu dekat, Pupuk Indonesia bersama Kementerian Pertanian akan terus memperluas wilayah penerapan digitalisasi kios.

Digitalisasi ini mengubah secara drastis proses administrasi kios, dari sebelumnya mengisi banyak formulir kertas, kini semua terekam secara digital dan online dalam sebuah aplikasi.  Dengan demikian, setiap transaksi penebusan pupuk bersubsidi tercatat secara real time, sehingga meningkatkan transparansi hingga ketepatan penerima pupuk bersubsidi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×