kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini outlook industri telekomunikasi tahun depan


Senin, 02 Desember 2019 / 18:52 WIB
Ini outlook industri telekomunikasi tahun depan
ILUSTRASI. Teknisi XL Axiata melakukan pemeliharaan perangkat BTS (Base Transceiver Station) di lokasi tower di Nawangkewa, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/10/2019). Layanan data XL Axiata sudah bisa dinikmati oleh masyarakat di 22 Kabupaten/K

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Melalui gelaran Telco Outlook 2019 bertajuk "Megatrends in Telecom: Tergeting Blue Ocean for Growth", Beberapa perusahaan telekomunikasi optimistis melihat prospek industri pada 2020 mendatang.

Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriyadi melihat, pertumbuhan penggunaan kuota data di Indonesia bisa melampaui Thailand pada tahun depan.

Baca Juga: Strategi Berhasil, Telkom Bukukan Peningkatan Laba Bersih 15,6%

"Sejak adanya registrasi sim card, kami mendulang kenaikan atau rebound dari konsumsi data. Ke depannya, bila ada partnership sinergis tentu akan lebih besar pertumbuhannya," jelasnya saat ditemui di Aston Priority Hotel, Jakarta Selatan, Senin (2/12).

Sebagai informasi, selain mendulang kenaikan dari registrasi simcard, Telkomsel juga menjadi perusahaan telekomunikasi pertama yang menguji coba frekuensi 3,5 Ghz untuk jaringan internet generasi kelima atau 5G. Perusahaan tersebut juga menggunakan satelit milik Telkom untuk menyediakan layanan internet generasi kelima itu.

Henry berkata, dengan modal tersebut pihaknya tidak perlu khawatir bersaing dengan sesama pemain di industri telekomunikasi. "Sepanjang ada player yang sehat, maka persaingan pun akan sehat. Tentu ini akan menjadi potensi kolaborasi ke depannya," ujar Henry.

Baca Juga: Bangga! Indonesia juara dunia kompetisi PUBG Mobile Club Open 2019

Senada, Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata menjelaskan jika pihaknya juga mendulang keuntungan dari penggunaan kuota data sebesar 80%. Menurutnya hal ini merupakan salah satu bentuk transformasi luar biasa.

Yessie berkata, ke depannya tekanan untuk memonetisasi kuota data akan terus ada, sehingga kebutuhan membangun infrastruktur terus berjalan.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×