kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.009,04   -4,47   -0.44%
  • EMAS942.000 1,07%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Ini roadmap pengembangan DME dan methanol Kementerian ESDM hingga 2045


Rabu, 01 September 2021 / 22:06 WIB
Ini roadmap pengembangan DME dan methanol Kementerian ESDM hingga 2045
ILUSTRASI. Contoh tabung DME yang dipamerkan oleh PT Pertamina, PT Bukit Asam, dan Air Products and Chemical Inc.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyusun road map pengembangan dan pemanfaatan batubara. Programnya adalah mengoptimalisasi pemanfaatan batubara dalam negeri dengan penerapan teknologi ramah lingkungan (clean coal technology) hingga tahun 2045. 

Satu dari delapan program yang sudah dirancang dalam road map pengembangan dan pemanfaatan batubara, ialah gasifikasi batubara untuk menghasilkan methanol dan dimethyl ether (DME). 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Sujatmiko mengatakan, gasifikasi batubara untuk menghasilkan DME dilaksanakan karena kebutuhan LPG yang semakin meningkat. Saat ini, sebanyak 75% hingga 78% dari konsumsi LPG dalam negeri masih dipenuhi dari impor. 

Baca Juga: Pertamina targetkan kontribusi EBT meningkat hingga 17% pada tahun 2030

"Produk hilirisasi batubara berupa DME dapat mensubstitusi LPG sedangkan methanol untuk menggantikan bahan baku industri kimia," kata Sujatmiko dalam acara Kompas Talk bertajuk Hilirisasi Batubara untuk Pemulihan Ekonomi secara virtual, Rabu (1/9). 

Dalam paparannya, Sujatmiko menjelaskan pemerintah sudah menyusun gambaran tahapan dalam pengembangan batubara untuk menghasilkan DME dan methanol. Melansir materi KESDM dalam webinar, pada 2021-2025 diharapkan Indonesia dapat memproduksi 4,56 juta ton DME dan 7,49 juta ton methanol.

Seiring dengan peningkatan gasifikasi pemenuhan DME dan methanol untuk kebutuhan bahan bakar dan industri pada 2026-2030, produksi DME akan meningkat hingga menjadi 5,91 juta ton dan methanol 10,10 juta ton. 

Berlanjut hingga 2031-2035, produksi DME akan mencapai 6 juta dan methanol 12,25 juta. Hingga pada akhirnya di 2045 produksi DME mencapai 6,15 juta ton dan methanol 14,13 juta ton. 

Baca Juga: Perusahaan tambang batubara gencar menggarap proyek hilirisasi dan energi hijau

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×