kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.345.000 -0,88%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini Siasat Cerestar Indonesia (TRGU) Jika Harga Gandum Melonjak


Rabu, 04 Oktober 2023 / 15:08 WIB
Ini Siasat Cerestar Indonesia (TRGU) Jika Harga Gandum Melonjak
ILUSTRASI. Aneka produk PT Cerestar Indonesia Tbk. (TRGU).


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen tepung olahan gandum, PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) menyatakan tahun ini harga gandum cenderung turun, bahkan menyentuh level terendah dalam satu bulan terakhir. Namun, TRGU memiliki siasat apabila harga gandum suatu saat naik. 

Chief Financial Officer PT Cerestar Indonesia Tbk Mulyadi Chandra mengatakan, apabila harga gandum naik, yang terjadi adalah market atau konsumen melakukan pembelian tepung terigu dalam jumlah yang lebih banyak karena untuk mengantisipasi kenaikan harga gandum berkelanjutan.

Ia menerangkan, strategi TRGU apabila harga gandum naik adalah melakukan pembelian forward atau ke depan untuk lock atau mengunci harga.

"Kami telah melakukan pembelian forward untuk mengamankan bahan baku gandum hingga kuartal IV-2023," kata Mulyadi kepada Kontan.co.id, Rabu (4/10).

Baca Juga: Pacu Kapasitas Produksi, Cerestar Indonesia (TRGU) Fokus Tambah Kapasitas Produksi

Mulyandi menuturkan, market tepung terigu di Indonesia itu masih sangat besar dan terus bertumbuh, serta memiliki barrier to entry yang tidak mudah bagi pemain baru. Sebagai salah satu pemain terbesar, kata Mulyadi, TRGU memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di industri tepung terigu serta memiliki infrastruktur yang kuat dan siap.

TRGU juga secara aktif terus melakukan penambahan kapasitas produksinya untuk dapat mengambil market tersebut. Untuk mengurangi risiko fluktuasi harga gandum, TRGU juga melakukan pengembangan produk dengan masuk ke industri bahan pakan ternak yang dapat memberikan kontribusi keuntungan.

"TRGU menentukan pertumbuhan penjualan di tahun ini sebesar 10% - 15%, sedangkan pertumbuhan laba bersih di kisaran 10%," ujar Mulyadi.

Sekadar informasi, pada semester 1-2023 TRGU berhasil membukukan pendapatan Rp 2,4 triliun, meningkat sebesar 53% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun demikian, laba kotor tercatat sebesar Rp 107,5 miliar turun 21% YoY, karena beban pokok pendapatan yang meningkat lebih tinggi yaitu mencapai 60% YoY menjadi Rp 2,3 triliun.

Baca Juga: TRGU Kembangkan Bisnis Bahan Baku Pakan Ternak Sambil Perbesar Bisnis TeriguB

Laba Bersih yang diatribusikan ke entitas induk pada periode ini tercatat sebesar Rp 6,5 miliar, turun 67% YoY, adapun penurunan ini terutama diakibatkan oleh working days yang lebih pendek selama Kuartal II-2023 kemarin, sehingga kurang maksimal untuk meningkatkan produktivitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×