kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ini siasat Waskita Karya (WSKT) menjaga rasio utang


Minggu, 12 Juli 2020 / 20:19 WIB
Ini siasat Waskita Karya (WSKT) menjaga rasio utang
ILUSTRASI. Proyek pembangunan jalan tol ruas Serpong-Cinere di Tangerang Selatan, Minggu (14/6). Tingginya DER tersebut akibat proyek-proyek yang dikerjakan Waskita menggunakan model turnkey.


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyiapkan strategi menjaga debt equity ratio (DER). Hal tersebut lantaran DER perusahaan BUMN ini telah berada di level 3,6 kali dan rasio utang berbunga atau gearing ratio berada di level 2,4 kali.

Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma menyebutkan, secara umum dengan keadaan industri dan pendanaan normal DER di atas dua kali sudah berat. "Hanya saja, convenant bank-bank utama kami DER-ya hingga 4 kali dan kami masih di bawah itu," kata Taufik menjawab kontan.co.id dalam webinar Prodeep Institue, Sabtu (11/7).

Namun, dia juga mengakui DER WSKT saat ini sudah terbilang tinggi. Tingginya DER tersebut akibat proyek-proyek yang dikerjakan Waskita menggunakan model turnkey.

Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) dekap Rp 1,3 triliun kontrak baru di semester I-2020

Lebih lanjut, dengan model itu utang terus berjalan karena baru di akhir perusahaan mendapat pembayaran. Namun, berbanding lurus dengan tingginya tingkat utang, jumlah piutang juga tinggi dengan menggunakan model turnkey.

Berbeda dengan progress payment yang mana tingkat utang rendah, begitu pula dengan jumlah piutang. Namun, untuk menjaga tingkat DER, Waskita memutuskan untuk mengubah beberapa pola kontrak menjadi progress payment. "Jadi yang kami lakukan adalah bagaimana kami mengubah pola kontrak dengan nego ulang dari turnkey jadi progres payment," Taufik.

Taufik menyebut, sebenarnya pengerjaan proyek dengan model turnkey margin yang didapatkan perusahaan mencapai 15% dibandingkan progress payment. Namun, dia bilang untuk sektor konstruksi margin 5%-7% sebetulnya sudah cukup baik.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Ingin Penjualan Tol Selesai Tahun 2020

Selain itu, WSKT juga akan mencari kontrak dari eksternal. Menurutnya, saat ini kontrak yang dominan berasal dari proyek internal dan pemerintah.

Karenanya, WSKT akan shifting ke proyek luar negeri. "Kami juga cari alternatif proyek yang revenue generator tidak berasal dari internal karena selama ini dari Waskita Toll Road untuk generatornya, kami coba ekspansi ke tempat lain dan ada beberapa BUMN yang kerja sama, tapi belum bisa cerita karena masih confidential," ungkapnya.

Hal tersebut, tak lain untuk menjaga kas dan setara kas WSKT. Menilik laporan keuangan perusahaan kuartal I-2020, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 6,09 triliun atau turun 36,14% dari Desember 2019 sebesar Rp 9,25 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×