Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten jasa migas PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 di tengah fluktuasi harga minyak global.
Direktur Utama Elnusa Litta Indriya Ariesca menyebut, pencapaian ini berkat transformasi bisnis yang menekankan penguatan fundamental, efisiensi operasional, serta peningkatan kapabilitas teknologi dan inovasi.
“Kami berhasil mendapatkan pencapaian yang cukup luar biasa dan membanggakan. Transformasi ini terlihat dari kinerja 2025 yang juga dirasakan oleh pasar,” ujar Litta di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: INDEF: Ketergantungan Impor Pangan Tinggi, Konflik Global Bisa Picu Lonjakan Harga
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Elnusa membukukan pendapatan Rp 14,50 triliun, tumbuh 8,29% dibandingkan Rp 13,39 triliun pada 2024.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 718,41 miliar, naik tipis 0,66% dibandingkan Rp 713,67 miliar pada 2024.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menambahkan, bila tidak memperhitungkan pendapatan non-operasional tahun sebelumnya (bunga deposito Rp 69 miliar), laba bersih 2025 meningkat sekitar 11% dari bisnis inti.
EBITDA perusahaan juga naik 9% dari Rp 1,455 triliun menjadi Rp 1,586 triliun.
Baca Juga: Tarif Resiprokal AS Bisa Tekan Peternak Ayam, INDEF Sarankan Strategi Efisiensi
Distribusi dan logistik energi jadi kontributor utama
Kontributor terbesar pendapatan Elnusa berasal dari bisnis distribusi dan logistik energi melalui anak usaha Elnusa Petrofin, menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan.
Jasa hulu migas berkontribusi 28%, dan layanan penunjang seperti pengolahan data serta transportasi maritim menyumbang 12%.
Sekitar 78% pendapatan berasal dari Pertamina Group, sedangkan pihak ketiga menyumbang 22%.
Perusahaan menutup 2025 dengan saldo kas Rp 2,7 triliun, sedikit turun dari Rp 2,9 triliun pada akhir 2024 setelah pelunasan sukuk senilai Rp 700 miliar.
Lembaga pemeringkat Pefindo meningkatkan peringkat kredit Elnusa dari AA menjadi AA+ pada Agustus 2025, mencerminkan kesehatan keuangan yang kuat.
Baca Juga: ISACA Dorong Penguatan Tata Kelola Digital di Tengah Transformasi Perdagangan
Capex dan kontrak baru meningkat
Belanja modal (capex) Elnusa mencapai Rp 565 miliar pada 2025, meningkat dari Rp 525 miliar di 2024.
Capex digunakan untuk investasi dua unit coiled tubing, dua cementing unit, 25.000 unit seismic nodes, pembangunan tangki bahan bakar di Labuan Bajo, dan pembaruan sekitar 80 unit armada mobil tangki.
Kontrak baru sepanjang 2025 tercatat Rp 3,5 triliun untuk jasa hulu migas, Rp 2,1 triliun untuk jasa penunjang, dan Rp 8 triliun untuk distribusi dan logistik energi.
Memasuki 2026, Elnusa memiliki order book Rp 22 triliun, terdiri dari Rp 11,9 triliun (hulu migas), Rp 2,8 triliun (penunjang), dan Rp 7,2 triliun (distribusi & logistik).
Baca Juga: Tren Kerja Hybrid Berubah, Strategi Ruang Kantor Jadi Penentu Daya Saing
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo menyatakan, perusahaan berupaya memperluas pasar di luar Pertamina Group, termasuk sektor energi baru seperti panas bumi dan energi terbarukan, serta menjajaki kerja sama dengan perusahaan migas lain seperti Medco dan BP.
“Kita tidak hanya fokus ke Pertamina Group, tapi juga masuk industri Oil & Gas lainnya dan sektor energi baru,” ujar Arief.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













