kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.608   55,00   0,31%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini tanggapan Sharp Electronics Indonesia soal wacana revisi TKDN produk elektronik


Selasa, 30 Juni 2020 / 15:18 WIB
ILUSTRASI. Logo Sharp. REUTERS/Yuya Shino/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD PACKAGE - SEARCH BUSINESS WEEK AHEAD 30 JANUARY FOR ALL IMAGES


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

“(Bentuk dukungannya melalui) kemudahan peraturan, penerapan tax holiday secara optimal, lahan industri yang murah, proteksi terhadap pelaku industri komponen pendukung elektronik lokal dari serbuan impor, dan lain-lain,” kata Andry.

Terlepas dari adanya sejumlah hambatan di atas, Sharp Electronics Indonesia masih terus berupaya meningkatkan TKDN pada barang  yang diproduksi. Untuk produk televisi LED misalnya, Sharp Electronics Indonesia sudah berhasil mencapai TKDN di level 20%. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil pengujian oleh PT Sucofindo (Persero) pada April 2020 lalu.

Baca Juga: Pelaku industri akan dapat subsidi listrik, butuh stimulus Rp 1,85 triliun

Sementara itu, berdasarkan estimasi Sharp Electronics Indonesia, produk-produk lain seperti kulkas dan mesin cuci diperkirakan sudah memiliki TKDN sebesar 45% (kulkas) dan 55% (mesin cuci).

Kegiatan produksi dilakukan di pabrik seluas 30 hektar Sharp Electronics Indonesia yang berada di Karawang. Dalam setahun, pabrik ini mampu memproduksi sebanyak 1,3 juta unit untuk mesin cuci, 1,5 juta kulkas, dan 1,6 juta unit televisi LED.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×