kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Ini wilayah di Surabaya yang jadi incaran para pencari rumah


Minggu, 06 Mei 2018 / 10:51 WIB
Ini wilayah di Surabaya yang jadi incaran para pencari rumah
ILUSTRASI. Nelayan dan Perahunya di Pesisir Pantai Kenjeran, Surabaya


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya juga menjadi salah satu kota incaran para pencari rumah. Berdasarkan data dari Lamudi, kota Pahlawan ini menjadi kota ketiga terbanyak pencarian rumah setelah Jakarta dan Bandung.

Lantas di lokasi mana sajakah di Surabaya yang paling banyak diincar oleh pencari rumah? Sepanjang tahun 2017 lalu, Lamudi.co.id mengadakan survei, berdasarkan hasil survei tersebut diketahui, ternyata banyak pengunjung Lamudi mengincar area Rungkut, Wiyung dan Kenjeran.

Untuk wilayah Rungkut sendiri, rata-rata harga rumah di sana mencapai Rp 10.625.000 per meter persegi (m2). Sementara di wilayah Wiyung harga rumah di sana Rp 13.181.818 per m2, sedangkan untuk di wilayah Kenjeran mencapai Rp 11.143.791 per m2.

Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, ada beberapa alasan mengapa Surabaya saat ini menjadi area incaran pencari properti. "Salah satunya karena masifnya pembangunan infrastruktur di sana, seperti Jalan Lingkar Barat Luar (JLBL), Jalan Lingkar Timur Luar (JLTL) dan Jalan Lingkar Dalam Timur (JLLDT) atau yang dikenal dengan nama Middle East Ring Road (MERR) II C," katanya dalam keterangan resmi yang dikutip, Minggu (6/5).

Tidak hanya itu, Mart mengatakan, Pemkot Surabaya juga akan mewujudkan pembangunan transportasi massal melalui program Angkutan Massal Cepat (AMC) berupa trem dan monorel. Sehingga dapat memudahkan aktivitas masyarakat di sana.

“Selain perkembangan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi di Surabaya juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat di sana, sehingga dapat mendorong tingginya kebutuhan properti khususnya hunian di Surabaya,” tambah Mart.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×