kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

INOV Tambah Lini Bisnis Baru, Prediksi Dongkrak Pendapatan Hingga Rp114 Miliar


Minggu, 30 Juni 2024 / 13:53 WIB
INOV Tambah Lini Bisnis Baru, Prediksi Dongkrak Pendapatan Hingga Rp114 Miliar
ILUSTRASI. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) mengumumkan rencananya untuk memperluas lini bisnis dengan memasuki sektor pembuatan resin/chips daur ulang. (Foto Dok. INOV)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), perusahaan yang bergerak dalam daur ulang limbah PET, mengumumkan rencananya untuk memperluas lini bisnis dengan memasuki sektor pembuatan resin/chips daur ulang.

Menambah lini bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan sebesar Rp 41 miliar hingga Rp 114 miliar per tahun, dengan kapasitas produksi resin/chips daur ulang mencapai 12 juta kg hingga 15 juta kg per tahun.

"Kami melihat adanya peluang bisnis yang besar dalam permintaan ini, dan kami yakin bahwa kami berada pada posisi yang kuat untuk memenuhi kenaikan permintaan tersebut," ungkap Direktur INOV, Victor Choi, dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.

Baca Juga: INOV Menambah Mesin Daur Ulang

Resin/chips daur ulang sendiri merupakan produk hasil proses penyempurnaan dari bottle flakes yang dihasilkan dari daur ulang botol PET bekas. Proses pembuatan resin/chips melibatkan mesin granulator dan pelletizer, dan produk akhirnya akan dijual langsung kepada pelanggan.

INOV menargetkan akan menjual sekitar 30% dari kapasitas produksi maksimum, yakni sekitar 3,6 juta kg per tahun setelah mesin instalasi beroperasi.

 

Industri yang menggunakan resin/chips daur ulang meliputi industri kemasan makanan dan minuman, industri pakaian dan polyester, industri mainan, serta berbagai industri lain seperti kosmetik, farmasi, elektronik, pipa plastik, peralatan rumah tangga, otomotif, dan lainnya.

Untuk mendukung ekspansi ini, INOV mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 20 miliar tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×