kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Insentif Sektor Otomotif Berlaku di 2025, Siapa yang Diuntungkan?


Selasa, 17 Desember 2024 / 17:40 WIB
Insentif Sektor Otomotif Berlaku di 2025, Siapa yang Diuntungkan?
ILUSTRASI. Suasana gudang sebuah diler mobil Honda di Tangerang Selatan, Rabu (26/01). KONTAN/Baihaki/26/01/2022. Pemerintah bakal memberikan insentif fiskal untuk sektor otomotif pada 2025 mendatang, pihak siapa yang paling diuntungkan?


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bakal memberikan  insentif fiskal untuk sektor otomotif pada 2025 mendatang.

Dalam hal ini, pemerintah kembali melanjutkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 10% untuk pembelian mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) secara completely knocked down (CKD). Artinya, konsumen hanya menanggung PPN sebesar 1% saja untuk pembelian mobil listrik.

Selain itu, pemerintah juga memberlakukan insentif PPNDTP sebesar 15% untuk impor mobil listrik secara completely built up (CBU) dan CKD. Ada pula pembebasan bea masuk impor untuk impor mobil listrik CBU.

Pemerintah juga akan memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 3% untuk mobil hybrid. 

Baca Juga: Meski Peroleh Insentif, Gaikindo Beberkan Tantangan Sektor Otomotif Tahun Depan

Menanggapi hal ini, Pengamat Otomotif Bebin Djuana menilai adanya insentif ini tentu akan menarik bagi calon konsumen. Dengan begitu, diharapkan akan turut mengangkat angka penjualan.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana implementasinya di lapangan. Jika persyaratan rumit, tentu membuat tidak menarik & pada akhirnya tidak mampu mendongkrak angka penjualan. 

“Masalahnya berapa besaran insentif untuk masing-masing kendaraan, bagaimana aplikasi se-hari2, jika persyaratan rumit tentu membuat tidak menarik & pada akhirnya tidak mampu mendongkral angka penjualan,” ungkap Bebin, kepada Kontan.co.id, Selasa (17/12). 

Bebin juga menyoroti mobil hybrid yang sebenarnya punya pasar yang cukup besar di Indonesia namun sayangnya, sampai saat ini kurang diperhatikan oleh pemerintah. 

“Insentif kecil membuat sebagian besar konsumen yang berminat membatalkan beli,” tambahnya. 

Dia pun berpesan kepada pemerintah apabila berniat mengangkat pasar mobil hybrid, insentif yang diberikan jangan setengah hati.

Dengan demikian merk-merk lain pun akan bermain di arena ini, belum lagi merk-merk baru yang akan masuk. 

Industri otomotif pun diprediksi masih akan diliputi awan kelabu di tahun depan. Sudah kinerja yang baik apabila kinerja otomotif di tahun depan bisa mencapai angka yang sama seperti tahun 2024. 

“Merk yang kreatif di marketing dengan produk wajah baru punya peluang, yang mengandalkan promo & diskon akan meratap diakhir tahun,” tandasnya. 

Baca Juga: Sektor Otomotif Dapat Insentif Pajak, Masa Berlaku Setahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×