kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Internusa Keramik Alamasri menilai kebijakan safeguard keramik belum maksimal


Selasa, 25 Februari 2020 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Internusa Keramik Alamasri menyebut kebijakan safeguard seharusnya bisa menjadi upaya yang cukup kuat menyelamatkan industri keramik.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

Oleh karenanya, Angelica menyarankan pemerintah sebaiknya juga terus proaktif dalam mengakomodasi masukan-masukan dari pelaku industri keramik.

Dalam hal ini, realisasi penurunan tarif gas industri yang sebelumnya diperjuangkan ASAKI bisa menjadi salah satu upaya untuk melengkapi kebijakan safeguard guna memajukan industri keramik dalam negeri.

Baca Juga: Harga gas dijanjikan turun, pelaku industri ramai-ramai tingkatkan utilisasi

“Intervensi dan proaktif dari pemerintah sangat dibutuhkan agar industri keramik di Indonesia yang sebelumnya berada pada peringkat nomor 4 dunia dapat bangkit dan bersaing lagi,” kata Angelica ketika dihubungi Kontan.co.id, Selasa (25/2).

Selain mengandalkan intervensi eksternal dari pemerintah,  Internusa Keramik Alamasri sendiri terus melakukan sejumlah upaya dari sisi internal guna meningkatkan daya saing.

Beberapa langkah yang akan dilakukan di antaranya meliputi pemasangan reheating gas untuk meingkatkan efisiensi pabrik dan menggenjot research & development agar dapat mengeluarkan desain-desain keramik yang lebih eksklusif dan disukai pasar.

Selain itu, Internusa Keramik juga terus mencari formula terbaik dalam melakukan kegiatan produksi guna meminimalisir biaya.

Baca Juga: Pelaku industri sebut kebijakan safeguard keramik belum maksimal tekan impor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×