kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Investor China lirik sektor pengolahan mineral


Kamis, 26 Juli 2012 / 12:19 WIB
Investor China lirik sektor pengolahan mineral
ILUSTRASI. Bongkar muat batubara dari kapal ke truk pengangkut di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (11/3). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/11/03/2015


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Investor dari China mulai melirik investasi sektor hilir di industri pengolahan mineral tambang. Hal tersebut disampaikan Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao saat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Boediono, di Jakarta Kamis (26/7).

Jianchao menegaskan, lambat laun akan banyak perusahaan China yang mengetahui potensi pengolahan tambang di Indonesia. "Dengan begitu pengusaha China akan meningkatkan penanaman modal di Indonesia," kata Jianchao.

Ia menjelaskan, salah satu industri yang dilirik investor dari China itu adalah; investasi di sektor manufaktur salah satunya membangun pabrik semen di Papua. "Mereka ingin ikut menanamkan modal di pengolahan bahan alam. Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang membatasi ekspor sumber bahan mentah," kata juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat.

Yopie menjelaskan, Boediono menyambut permintaan dari investor dari China tersebut. Hal yang pasti, menurut Yopie, pemerintah Indonesia serius memberlakukan kebijakan pembatasan ekspor mineral mentah.

Untuk menindaklanjuti ketertarikan investor dari China itu, Boediono meminta Jianchao segera menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan kementerian terkait. Mengingat sektor pengolahan mineral tambang itu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

"Untuk membangun pengolahan bahan mineral membutuhkan bahan dukungan, terutama segi infrastruktur, tenaga listrik, jalan, pelabuhan maupun fasilitas lain," jelas Yopie.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×