kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor menanti perpres harga listrik EBT


Kamis, 29 Juli 2021 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Investor masih menantikan perpres harga listrik energi baru terbarukan (EBT).


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) berharap perubahan regulasi dapat meningkatkan minat pada investasi sektor energi baru terbarukan (EBT).

Ketua Umum METI Surya Darma menilai, saat ini para investor sudah menanti kehadiran Perpres Harga Listrik EBT yang tak kunjung disahkan.

"Para investor sudah berharap agar Perpres ini akan menjadi pendorong percepatan pengembangan energi terbarukan," ungkap Surya kepada Kontan, Rabu (28/7).

Baca Juga: Regulasi hadir, investasi EBT berpotensi terus meningkat

Surya melanjutkan, investasi disektor EBT dalam beberapa tahun terakhir mayoritas merupakan investasi pada proyek eksisting. Bahkan investasi pada sektor panas bumi cenderung stagnan, padahal panas bumi merupakan salah satu kontributor terbesar untuk investasi sektor EBTKE.

Kehadiran regulasi dinilai sangat dinantikan terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 serta tren transisi energi menuju net zero emission yang dilakukan secara global.

"Kembali lagi regulasi jadi faktor penghambat utama karena itu jika regulasinya berubah tentu akan ada harapan," imbuh Surya.

Selanjutnya: Proyek eksisting masih jadi tulang punggung investasi panas bumi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×