kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.094   -54,00   -0,31%
  • IDX 7.172   200,95   2,88%
  • KOMPAS100 989   31,66   3,31%
  • LQ45 723   21,56   3,07%
  • ISSI 256   6,30   2,53%
  • IDX30 394   12,26   3,21%
  • IDXHIDIV20 483   10,94   2,32%
  • IDX80 111   3,39   3,14%
  • IDXV30 132   2,00   1,53%
  • IDXQ30 128   3,44   2,77%

Investor mendatangi bisnis lampu Tanah Air


Selasa, 27 Januari 2015 / 19:32 WIB
ILUSTRASI. Cara mengontrol manajemen stres salah satunya dengan mengetahui apa yang menjadi penyebab stres itu sendiri


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rencana pemerintah untuk membangun banyak pembangkit listrik hingga total berkapasitas 35.000 megawatt dalam 5 tahun mendatang menggoda investor industri lampu luar negeri  untuk menanamkan modalnya berinvestasi pabrik di dalam negeri.

John Mannopo, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) mengatakan sudah ada investor dari berbagai negara yang menemuinya, antara lain dari Jepang, China, Korea Selatan dan Taiwan untuk membahas kemungkinan berinvestasi pabrik lampu di Indonesia.

"Dari Korea ada LG dan Samsung. Dari China ada Midea dan Ledarson, lalu dari Jepang ada perusahaan miliki salah satu trio yang menang nobel. Dari Taiwan saya tidak ingat persis namanya," ujar John pada KONTAN, Senin (27/1).

Ia mengatakan, mereka menemui dirinya untuk berkonsultasi dan membahas kemungkinan investasi di Indonesia. Adapun nilai investasinya diperkirakan sekitar US$ 10 juta - US$ 20 juta per pabrik.

"Investor-investor itu kami arahkan untuk masuk ke lampu LED, untuk menekan impor, dan karena masa depan lampu ada di LED. Selain tidak mengandung merkuri, konsumsi listrik LED sebesar 10 watt, lebih hemat dari LHE yang mengkonsumi 20 watt," ujar John.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×