kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

IPW: Properti masuki siklus baru


Jumat, 27 Maret 2015 / 22:55 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan apartemen dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (8/8). KONTAN/Baihaki/8/82020


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sektor properti di Indonesia memasuki siklus baru dengan mulai bergeliat ke arah positif yang ditunjukkan oleh beberapa indikator ke arah kenaikan. Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda.

"Melihat tren pergerakan indikator ekonomi, tidak menutup kemungkinan pada akhir tahun 2015 pasar akan mulai bergerak memasuki fase siklus baru dengan tren kenaikan," ujarnya, Jumat (27/3).

Menurut Ali, beberapa tanda-tanda siklus properti akan memasuki fase siklus baru antara lain tren menurunnya suku bunga acuan Bank Indonesia, pengembang mulai menyasar segmen menengah setelah banyak meluncurkan properti mewah, dan fluktuasi rupiah yang dinilai merupakan kondisi syok pasar sesaat.

Ia berpendapat bahwa melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak menggambarkan buruknya fundamental Indonesia.

Selain itu, ujar dia, kondisi masuknya arus investasi dari Asia Pasifik khususnya ke sektor perindustrian akan menimbulkan dampak positif bagi pergerakan sektor riil.

Sebelumnya, pasar properti di Indonesia diperkirakan baru benar-benar bangkit pada 2016 setelah pada 2015 ini dinilai merupakan titik terendah pasar properti di Tanah Air.

"Dengan melihat pergerakan yang terjadi seharusnya paling lambat di akhir tahun 2016, pasar properti akan kembali bangkit dari keterpurukan selama 2014-2015, khususnya di segmen menengah," kata Ali.

Indonesia Property Watch sebelumnya memprediksi siklus properti tertinggi terjadi antara tahun 2013 dan melambat mulai 2014.

Sedangkan 2015 ini, ujar dia, merupakan titik terendah pasar properti dengan tren melambat sepanjang tahun 2014.

"Sepanjang tahun 2014 pasar properti mengalami penurunan 72% year on year. Beberapa pengembang melakukan konsolidasi untuk bersiap-siap memasuki fase baru siklus properti ke depan," katanya.

Ia berpendapat beberapa kondisi ekonomi dan politik masih membayangi kualitas penjualan pasar properti saat ini, meski kondisi anjloknya rupiah dinilai masih jauh dari krisis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×