kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

ISACA Dorong Penguatan Tata Kelola Digital di Tengah Transformasi Perdagangan


Kamis, 05 Maret 2026 / 22:18 WIB
ISACA Dorong Penguatan Tata Kelola Digital di Tengah Transformasi Perdagangan
ILUSTRASI. ISACA Dorong Penguatan Tata Kelola Digital di Tengah Transformasi Perdagangan (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ISACA Indonesia Chapter menegaskan fokus pada penguatan tata kelola teknologi informasi (TI), manajemen risiko, dan ketahanan siber seiring akselerasi ekonomi digital. Arah tersebut mengemuka dalam rangkaian Annual General Meeting (AGM) 2026 yang diawali Monthly Talk & Sharing Session (MTS) di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dalam sesi diskusi bertema transformasi perdagangan di era digital, mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menyoroti perubahan lanskap bisnis akibat adopsi teknologi yang kian cepat. Digitalisasi, menurutnya, tidak cukup hanya soal inovasi produk dan kanal penjualan, tetapi menuntut fondasi governance, risk management, dan compliance (GRC) yang kuat serta kesiapan sumber daya manusia.

Baca Juga: Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Perusahaan

Ketua ISACA Indonesia, Harun Al Rasyid, menyampaikan bahwa daya saing Indonesia di ekonomi berbasis teknologi bergantung pada integritas sistem informasi dan kemampuan mengelola risiko siber. 

“Ancaman digital makin kompleks. Karena itu, standar kompetensi profesi, praktik audit TI, serta kolaborasi lintas sektor perlu diperkuat agar kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.

Diskusi juga menyoroti urgensi membangun cyber resilience yang terintegrasi. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan asosiasi profesi dinilai krusial untuk menutup celah keamanan sekaligus memastikan kepatuhan regulasi di tengah pertumbuhan transaksi digital.

Baca Juga: Pacu Transformasi Digital, Kemenperin - METI Jepang Gandeng Ratusan Pelaku Industri

Selepas MTS, AGM 2026 membahas laporan kinerja organisasi dan rencana strategis ke depan. ISACA Indonesia memaparkan capaian program pengembangan kompetensi, perluasan jejaring profesional, serta agenda edukasi GRC dan audit sistem informasi. Forum ini menjadi sarana akuntabilitas pengurus sekaligus ruang partisipasi anggota dalam menentukan prioritas kontribusi organisasi.

Ke depan, ISACA Indonesia menargetkan peran yang lebih aktif dalam mendampingi industri menghadapi transisi digital, termasuk lewat penguatan standar praktik terbaik tata kelola TI dan manajemen risiko. Langkah ini diharapkan dapat menopang transformasi perdagangan nasional yang semakin mengandalkan platform digital, sekaligus menjaga keamanan dan keberlanjutan ekosistemnya.

Baca Juga: Transformasi Digital Permudah Pengurusan Izin Usaha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×