Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) membidik pertumbuhan kinerja pada tahun 2026, dengan mengandalkan kontribusi dari anak usahanya, PT Patra Supplies & Services (Patra), yang bergerak di bisnis katering dan jasa pemeliharaan.
Direktur Utama Island Concepts Indonesia Putu Agung Prianta menyatakan pada mulanya, Patra menargetkan pendapatan sebesar Rp 238 miliar pada tahun ini. Namun, meningkatnya aktivitas operasional di sejumlah lokasi kerja mendorong potensi pendapatan menjadi Rp 274 miliar.
"Jadi target kontrak PT Patra di tahun 2026 ini adalah Rp 236 miliar. Namun karena adanya peningkatan aktivitas, artinya ada peningkatan jumlah pekerja yang harus dilayani, sehingga ada kemungkinan kita itu yang tadinya kita target Rp 238 miliar, meningkat menjadi Rp 274 miliar," ujar Putu, dalam agenda public expose virtual, pada Jumat (31/7) lalu.
Baca Juga: Paramount Petals Hadirkan Shuttle Bus ke Jakarta dan Sekitarnya
Dari sisi profitabilitas, manajemen memperkirakan margin laba bersih masih berada pada kisaran yang sama seperti saat ini, yakni sekitar 3%-4%.
Untuk mencapai target yang disasar tahun ini, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya meningkatkan aktivitas operasional serta menjalankan berbagai program efisiensi agar profitabilitas tetap terjaga.
Adapun, beberapa langkah efisiensi yang dilakukan meliputi memanfaatkan alat bantu untuk meningkatkan efisiensi manpower dan biaya operasional, mengembangkan bumbu untuk standarisasi rasa, menginisiasi penggunaan Tumbler di Lokasi kerja, serta penggunaan mobil listrik di area kerja untuk meminimalkan resiko kenaikan harga BBM.
Di tengah dominasi bisnis katering terhadap pendapatan, ICON juga terus memperkuat ketahanan usaha melalui pengelolaan likuiditas. Sebab, bisnis katering merupakan industri yang padat modal sehingga ketersediaan likuiditas menjadi aspek penting yang terus dipantau.
Di samping itu, perusahan jug tetap melanjutkan pengelolaan aset properti, termasuk pengembangan vila. Namun, Putu mengakui pasar properti di Bali masih bergerak relatif lambat di tengah sikap hati-hati investor menyusul perubahan regulasi.
"Di Bali landscape-nya itu dengan peraturan baru ini, asing lebih worry, lebih hati-hati. Tapi our market ke lokal pun, jadi situasi property market di Bali, sebenarnya kita juga merasakan agak slow agak wait and see. Itu sih pendapat saya," sebutnya.
Sebagaimana informasi, hingga akhir Maret 2026, anak usaha PT Bhumi Lestari Makmur (BLM) masih belum membukukan penjualan unit vila maupun kondotel.
Baca Juga: Agrinas Palma Cetak Kinerja Apik Semester I-2026
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjual seluruh sisa unit karena telah terdapat sejumlah investor yang berminat membeli aset maupun mengambil alih proyek secara keseluruhan.
Sementara itu, anak usaha PT SSB juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor untuk pengoperasian Locca Sea House. Manajemen berharap kerja sama tersebut dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan kinerja bisnis dengan fokus pada pasar meeting, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) serta wedding.
ICON belum merilis laporan keuangan Januari-Juni 2026. Namun, per kuartal I-2026 lalu, ICON tercatat membukukan pendapatan Rp 59,04 miliar, naik 8,68% secara tahunan (yoy). Seluruh pendapatan tersebut masih ditopang oleh segmen katering dan jasa pemeliharaan.
Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba bruto meningkat 15,51% menjadi Rp 5,37 miliar, sementara rugi usaha menyusut 87,57% menjadi Rp 98,87 juta.
Pada akhirnya, ICON berhasil memangkas rugi bersih sebesar 70,73% secara tahunan menjadi Rp 196,63 juta dari Rp 671,90 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
