kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.028   28,00   0,16%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Isu demostrasi pengaruhi penjualan properti


Kamis, 24 November 2016 / 18:01 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kritikan atas rencana demo 2 Desember mulai berdatangan. Setelah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), kritikan kini muncul dari Real Estat Indonesia (REI).

Ketua Umum REI Eddy Hussy bilang, aksi demo yang berlangsung di Jakarta sedikit banyak berdampak negatif ke industri properti. Ini terlihat dari penjualan yang mengalami penurunan dibandingkan Oktober 2016.

Ia mengaku belum memiliki data detail terkait penurunan tersebut. "Tapi kami dapat laporan dari anggota, khususnya wilayah DKI Jakarta yang melaporkan adanya penurunan," kata Eddy di Jakarta, Kamis (24/11).

Menurutnya, konsumen properti di Jakarta merupakan konsumen dengan time frame investasi jangka panjang. Sehingga, faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan utama mereka untuk membeli properti.

Sayangnya, demo yang sebelumnya terjadi membuat mereka berpikir jika situasi sedang tidak kondusif. Akibatnya, para pembeli menunda pembelian propertinya.

"Ini mau ada demo lagi tanggal 2 Desember. Sudah pasti orang tidak jadi beli properti karena berhati-hati, lihat kondisi di lapangan seperti apa," jelasnya.

Eddy berharap pemerintah dapat mengatasi berbagai kondisi di lapangan dengan cepat, agar keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Jakarta tetap terjaga dengan baik. Industri properti butuh sentimen positif terkait keamanan.

"Kami harapkan semuanya kondusif karena ini penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×