kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Itama Ranoraya (IRRA) bidik pertumbuhan penjualan hingga 18% di 2020


Kamis, 05 Maret 2020 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Produk alat kesehatan yang didistribusikan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten distribusi alat kesehatan, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) optimistis hadapi tantangan di tahun ini lantaran segmentasi bisnisnya tidak terhambat sentimen Covid-2019.

Direktur Itama Ranoraya Pratoto S Raharjo menjelaskan produk IRRA tidak ada hubungannya dengan korona karena sebagai pelaku distributor alat kesehatan fokus memasok ke Palang Merah Indonesia (PMI). Katanya permintaan kantong darah dari tahun ke tahun selalu meningkat.

"Di samping itu, IRRA juga menawarkan produk yang inovatif semisal auto disable syringe (ADS) atau jarum suntik sekali pakai dengan sertifikasi WHO, sejauh ini belum ada perusahaan lain yang membuat jarum suntik seperti ini" imbuh Toto kepada Kontan.co.id, Kamis (5/3).

Baca Juga: Andalkan pasar pemerintah, penjualan dan laba Itama Ranoraya (IRRA) naik di 2019

Di sepanjang 2020 Itama Ranoraya menargetkan penjualan bisa tumbuh 15% sampai 18% year on year (yoy). Ada beberapa cara yang akan dilakukan IRRA, salah satunya menambah jaringan pemasaran dengan menunjuk sub-distributor, perwakilan, maupun cabang yang paling optimal dan efisien untuk ditempatkan di setiap kota bidikan.

Adapun Toto menyatakan IRRA akan menjajal Surabaya, Medan, dan Bandung di sepanjang 2020.

Selain itu, IRRA juga akan bekerjasama dengan lebih dari dua prinsipal baru dari dalam dan luar negeri. Toto bilang, Itama Ranoraya menargetkan di semester II 2020 penekanan kerja sama atau MOU ke lebih dari 2 prinsial baru itu ramping dan bisa menjual ke pasaran. "Saat ini kami sudah dalam proses review agreement," ujarnya.

Agar semua rencana IRRA bisa berjalan mulus, distributor alat kesehatan ini telah menyiapkan belanja modal sekitar Rp 12 miliar untuk perluasan kantor dan gudang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×