kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45886,18   -14,64   -1.62%
  • EMAS1.338.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

ITTCF: Jamaah Umrah Membludak, Harga Hotel di Arab Saudi Naik Hingga 300%


Rabu, 01 Februari 2023 / 07:41 WIB
ITTCF: Jamaah Umrah Membludak, Harga Hotel di Arab Saudi Naik Hingga 300%
ILUSTRASI. Jamaah umrah asal Indonesia berswafoto dengan latar belakang Jabal Rahmah di Mekkah, Arab Saudi,


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaksanaan umrah musim ini membludak, harga hotel bahkan naik tajam hingga 300% dari biasanya. Asosiasi umrah bahkan melihat fenomena ini belum pernah ditemui para penyelenggara haji dan umrah sebelumnya

Ketua Indonesian Islamic Travel Communication Forum (ITTCF) sekaligus CEO Adinda Azzahra Group Priyadi Abadi mengatakan, pada tahun 2023 terjadi fenomenan baru yang belum pernah ditemui para penyelenggara umrah sebelum masa pandemi. Tren umrah saat ini dirasa berat oleh para penyelanggara.

Dimulai dari tahun 2022 lalu, Priyadi mengatakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2022, penyelanggara mengeluhkan sulitnya harga tiket, dimana harga begitu melambung jauh dari harga sebelumnya.

Kesulitan lainnya masih berlanjut, pada bulan November-Desember 2022 dimana kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Bahkan kenaikan ini juga berdampak pada harga hotel yang meningkat tajam.

Tidak cukup sampai disitu, mengawali tahun 2023 terjadi jamaah yang membludak dan hotel-hotel di Arab Saudi yang overload.

Baca Juga: Patuna Travel Pasang Target Konservatif untuk Transaksi Umrah pada 2023

“Saya baru kembali dari Arab Saudi, di sana benar-benar jamaah overload, pelaksanaan umrah sudah seperti pelaksanaan Haji karena membludaknya, bahkan hotel-hotel sudah penuh, tidak ada lagi hotel yang kosong,” kata Priyadi kepada Kontan.co.id, Selasa (31/1).

Akibat jamaah yang membludak dan permintaan yang meningkat ini, harga hotel di Saudi Arabia naik hingga 300% dari sebelumnya.

Hal ini diamini oleh Kepala Bidang Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Zakaria Anshary, dirinya mengatakan fenomena ini belum pernah terjadi sebelumnya.

“Fenomena yang tren umrah di musim ini tentang tiket harga melambung dan hotel yang melambung tinggi yang tidak pernah kita temui sebelumnya,” kata Zaky.

Lebih lanjut Zaky menjelaskan fenomena ini disebabkan oleh akumulasi membludaknya jamaah umrah dari seluruh dunia yang tidak hanya dari Indonesia. Maklum saja karena sebelumnya ada pembatasan atau percobaan akibat Covid-19 selama 2 tahun.

“Selama dua tahun pandemi pelaksanaan umrah itu ada pembatasan atau percobaan, sehingga Ketika itu sudah ditiadakan, maka untuk itu saat ini terjadilah permintaan yang begitu tinggi yang kemudian menyebabkan harga juga melambung tinggi,” kata Zaky.

Sementara itu untuk persaingan bisnis penyelenggara haji dan umrah diungkapkan Zaky juga sangat sengit dan kompetitif. Bahkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelanggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga semakin meningkat.

Baca Juga: Jurus Umroh.com Manfaatkan Momentum Pemulihan Permintaan di 2023

“Persaingan haji dan umrah, musim ini sangat kompetitif, jumlah PPIU dan PIHK makin kesini makin meningkat, sudah 2000 travel penyelanggara resmi PPIU, PIHK juga semakin meningkat, persaingan cukup sengit saat ini,” kata Zaky.

Dirinya menghimbau kepada penyelenggara baru agar bisa membuat program menarik dengan harga yg wajar, jgn ada sistem penjualan umrah berbasih money game atau ponzi.

“Jangan sampai seperti dulu, dimana ada travel besar yang meninggalkan zamaahnya dan tidak jadi berangkat, sebanyak 70 ribu dan 18 ribu jamaah menjadi korban. Semoga makin lama persaingan makin sehat dan harga yang wajar,” kata Zaky.

Lebih lanjut Apri juga menghimbau kepada masyarakat calon jamaah agar berhati-hati dan selektif untuk memilih travel agent.

“Jangan tergiur dengan harga murah, tidak ada yang murah saat ini. Semua penyelenggara yang resmi pastinya menyediakan layanan yang baik dan aman,” kata Priyadi.

Untuk calon jamaah yang sedang menunggu giliran berangkat, Apri berharap agar dapat bersabar dan bekerjasama dengan penyelenggara karena situasi saat ini memang sangat sulit dengan tren jamaah yang overload dan harga yang naik tajam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×