kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Jaga Margin, Mandom akan kerek harga jual


Kamis, 24 April 2014 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Cara Sederhana Agar Menstruasi Bisa Kembali Lancar


Reporter: Merlinda Riska | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bagi PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) tahun ini masih menjadi tantangan, pasalnya tahun ini pemerintah akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk industri pada 1 Mei 2014.

Menurut Direktur Managing Senior PT Mandom Indonesia M. Makmun Arsyad, kenaikan TDL tentu akan berdampak terhadap bisnisnya. Sebab, harga pokok produksi (HPP/Cost of Good Manufacture/COGM) perseroan sebanyak 3% ditentukan dari harga listrik.

"Sebanyak 3% COG kami itu dari tarif listrik, sementara upah buruh itu 11%. Untuk itu kami harus tetap berusaha mempertahankan margin di tengah situasi saat ini dengan menaikkan harga," kata dia, Kamis (25/4).

Hanya saja, manajemen tak bisa serta merta mengerek harga jual. Makmun bilang, perseroan masih melihat kondisi pasar bagaimana dengan kompetitor. Selain itu, kenaikan harga jual pun tak bisa dipukul rata untuk semua jenis produk.

Yang jelas, menurut Alia Dewi, Division Head Investor Relations Corporate Secretary Dept PT Mandom Indonesia Tbk, rata-rata kenaikan harga jual selama dua tahun belakangan ini berada di kisaran 8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×