Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menyiapkan sumber pendanaan untuk melunasi obligasi senilai Rp135 miliar yang akan jatuh tempo pada November 2026. Perusahaan akan menggunakan kombinasi pendanaan perbankan dan hasil usaha untuk memenuhi kewajiban tersebut.
Direktur Keuangan Lautan Luas Elly Mariana Tansil mengatakan, jatuh tempo Rp135 miliar tersebut merupakan bagian dari total obligasi perusahaan yang saat ini mencapai Rp420 miliar.
“Perusahaan merencanakan akan membayarnya dulu sebagian dari perbankan dan juga sebagian dari hasil usaha kami sepanjang tahun ini,” ujar Elly dalam paparan publik, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Perkuat Bisnis F&B, Tambah Kapasitas Produksi Liquid 40.000 KL
Selain Rp135 miliar yang jatuh tempo pada November tahun ini, terdapat obligasi senilai Rp285 miliar yang akan jatuh tempo pada Juli 2027.
Manajemen menegaskan kenaikan utang perseroan pada semester I 2026 masih sejalan dengan kebutuhan modal kerja akibat peningkatan penjualan.
Per Juni 2026, total utang LTLS mencapai sekitar Rp4 triliun. Dari jumlah tersebut, utang usaha tercatat Rp1,7 triliun, sementara perseroan juga memiliki utang berbunga yang berasal dari obligasi dan pinjaman bank.
Meski demikian, manajemen menilai kondisi leverage perseroan masih terjaga. Rasio net debt terhadap EBITDA berada di level 1,42 kali, sedangkan net debt terhadap ekuitas sebesar 0,32 kali.
Kemampuan membayar bunga juga menguat. Rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 7,4 kali pada Juni 2026.
Dari sisi arus kas, LTLS mencatat arus kas operasi positif sebesar Rp137 miliar hingga kuartal II 2026. Perseroan juga mencatatkan total aset Rp7,6 triliun dan ekuitas Rp3,6 triliun pada akhir Juni 2026.
Kinerja operasional yang tumbuh menjadi salah satu penopang kondisi keuangan tersebut. Pendapatan LTLS mencapai Rp5,1 triliun pada semester I 2026, naik 21% dari Rp4,2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp124 miliar dari sebelumnya Rp80 miliar.
Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Tambah Kapasitas Sodium Silikat 18.000 Ton per Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














