kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jelang akhir tahun, harga cabe bakal naik 5%


Rabu, 18 Desember 2013 / 15:44 WIB
Jelang akhir tahun, harga cabe bakal naik 5%
ILUSTRASI. Agen pemasaran Astra Financial melayani pengunjung pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/11).?(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, menjelang akhir tahun 2013 diperkirakan harga cabe merah dan rawit akan mengalami kenaikan harga hingga mencapai 5%.

Menurut Hatta, kenaikan harga cabe merah dan cabe rawit dikarenakan curah hujan yang tinggi, yang membuat produksi cabe di Indonesia berkurang sehingga menyebabkan kenaikan harga.

"Karena itu, harga cabe merah dan cabe rawit diperkirakan pada tahun depan akan mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya. Tapi, mungkin ini hanya karena faktor musim hujan," tutur Hatta Rabu (18/12) saat di temui di kantornya.

Selain cabe merah dan cabe rawit yang mengalami kenaikan, Hatta mengatakan, harga beras juga akan mengalami kenaikan, tapi tidak terlalu tinggi.

"Selain cabe, beras juga mengalami kenaikan tapi enggak besar cuma sekitar 1% saja," imbuhnya.

Namun Hatta memastikan, kenaikan harga tersebut tidak akan lama, karena hanya disebabkan oleh pengaruh cuaca.

Selain itu, lanjut Hatta, hingga akhir tahun pemerintah memastikan bahwa stok beras aman.

“Sampai akhir tahun stok beras kita cukup. Ada 2,2 juta ton dan yang lain stoknya aman lah," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×