kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jelang Ramadan, Pasar Mobil Bekas Diramal Makin Ramai


Selasa, 27 Februari 2024 / 15:54 WIB
Jelang Ramadan, Pasar Mobil Bekas Diramal Makin Ramai
ILUSTRASI. Penjualan mobil bekas di pusat penjualan mobil bekas Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Senin (12/1/2024). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/12/02/2024.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki periode Ramadan dan Idul Fitri, penjualan mobil bekas biasanya akan meningkat pesat.  Melihat fenomena ini, pengamat otomotif Bebin Djuana menilai membeli mobil bekas menjadi pilihan yang baik sebab dapat menekan biaya pengeluaran di masa Ramadan hingga Idul Fitri. 

"Membeli yang baru tentu membutuhkan dana yang lebih besar. Sedangkan Lebaran butuh biaya besar, membeli yang bekas menjadi pilihan baik karena bisa menyisihkan dana untuk berlebaran," ujarnya kepada Kontan, Selasa (27/2). 

Namun demikian dia memproyeksi penjualan kendaraan bekas maupun baru akan meningkat di masa ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat akan kendaraan meningkat, apalagi setelah beberapa bulan harus menahan diri untuk menunda akibat masa kampanye berlanjut sampai pemilu. 

Ia menilai, di masa Idul Fitri adalah saatnya masyarakat mempersiapkan diri untuk mudik dengan gaya. 

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Diuntungkan Outlook Positif Penjualan Otomotif

Pada tahun lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat selama sebulan Ramadan penjualan mobil menembus 115.000 unit atau melonjak 15%. Pada masa biasa, penjualan mobil rata-rata 90.000 unit.

Lonjakan penjualan mobil Ramadan tahun 2023 lalu 5% lebih tinggi dibandingkan penjualan Ramadan tahun sebelumnya.

Lonjakan penjualan kendaraan untuk mudik itu, terutama terjadi pada mobil tipe kendaraan multi guna (multi purpose vehicle/MPV) tujuh penumpang (7-seater) dengan harga di kisaran Rp 250 juta-Rp 350 juta per unit. 

Hal tersebut sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang memiliki keluarga besar dan kebutuhan mengangkut banyak barang saat mudik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×