kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.618   65,00   0,37%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jepang meminati proyek infrastruktur Indonesia


Rabu, 08 April 2015 / 11:26 WIB
ILUSTRASI. Customer Service melayani nasabah di kantor cabang BFI Finance BSD, Tangerangg Selatan, Jumat (15/9/2023). /pho Carolus Agus Waluyo/15/09/2023.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah mengklaim, Jepang meminati pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mereka ingin ikut berinvestasi dalam mengembangkan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan mengatakan, besarnya minat investasi dari Jepang tersebut dia ketahui saat dia melakukan kunjungan kerja ke Jepang beberapa hari lalu. "Di setiap pertemuan yang kami lakukan baik dengan unsur pemerintah maupun swasta, mereka selalu bicara peluang dan keinginan Jepang dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia," kata Bambang di Istana Negara Rabu (8/4).

Bambang sayangnya, belum menjelaskan secara lengkap mengenai pengembangan infrastruktur mana yang diminati oleh Jepang dan investasi yang akan mereka lakukan. Dia hanya mengatakan, salah satu infrastruktur yang dilirik adalah kelistrikan.

Bambang mengatakan, untuk pengembangan infrastruktur kelistrikan, Jepang sudah memberi sinyal bahwa mereka minat berinvestasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga batubara.

"Mereka mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga batubara, bahkan mereka bilang pembangkit listrik batubara yang dibuat jepan itu sudah memenuhi syarat yang sifatnya ramah lingkungan," katanya.

Bambang mengatakan, minat Jepang dalam pembangunan infrastruktur tersebut merupakan kabar menggembirakan. Karena, selama ini investasi dari Jepang umumnya masuk dalam bentuk produk. "Seperti mobil dan elektronik, sekarang ingin banyak masuk di infrastruktur," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×