Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JNE memproyeksikan volume pengiriman selama periode Ramadan-Lebaran 2026 akan meningkat signifikan. Lonjakan permintaan tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas belanja masyarakat serta transaksi e-commerce pada momentum hari raya.
Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi mengatakan, volume pengiriman selama Ramadan tahun ini akan tumbuh sekitar 20%–30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh sejumlah kategori produk yang mengalami lonjakan permintaan selama Ramadan.
“Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi sektor fesyen, makanan dan minuman, serta kebutuhan rumah tangga yang menjadi kontributor utama, sekaligus meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan JNE,” ungkap Eri, kepada Kontan.co.id, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Apindo–Perhapi Soroti Potensi Penurunan Ekspor Batubara ke 450 Juta Ton
Untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman, JNE telah menyiapkan berbagai langkah penguatan operasional. Perusahaan memperkuat infrastruktur logistik serta meningkatkan kapasitas operasional agar distribusi paket tetap berjalan lancar.
Kesiapan operasional tersebut didukung oleh lebih dari 50.000 karyawan dan sekitar 11.000 unit armada yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, JNE juga mengoptimalkan Mega Hub yang berlokasi di kawasan dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Fasilitas seluas sekitar empat hektare ini dilengkapi dengan Automatic Sorting Center untuk mempercepat proses penyortiran dan distribusi kiriman.
Tak hanya itu, JNE turut mengandalkan jaringan lebih dari 8.000 titik layanan di seluruh Indonesia. Perseroan juga meningkatkan fleksibilitas jam operasional serta mengatur kembali rute distribusi pada titik-titik dengan volume pengiriman tinggi.
“Sinergi dan kolaborasi dengan berbagai mitra transportasi juga terus kami perkuat untuk memastikan kelancaran pengiriman selama periode Ramadan dan Idulfitri,” jelas Eri.
Dalam menghadapi periode Ramadan hingga Lebaran yang identik dengan tingginya mobilitas masyarakat, JNE juga menerapkan pengelolaan distribusi yang lebih adaptif dengan mengoptimalkan jalur darat, udara, dan laut.
Selain itu, perusahaan memanfaatkan dukungan teknologi dan sistem real-time tracking untuk memantau pergerakan kiriman. Hal ini bertujuan menjaga kelancaran proses distribusi sekaligus memastikan paket dapat sampai tepat waktu sesuai dengan standar layanan (SLA).
Baca Juga: Program Bongkar Ratoon Dinilai Dongkrak Produksi Tebu dan Pasokan Industri Gula
Eri menambahkan, industri logistik di Indonesia saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya digitalisasi dan aktivitas belanja online. Perkembangan tersebut turut mendorong permintaan layanan pengiriman, baik untuk produk ritel, kebutuhan sehari-hari, maupun kiriman dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Momentum Ramadan dan Idulfitri pun menjadi salah satu periode puncak aktivitas logistik setiap tahunnya, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, pengiriman parsel, serta transaksi e-commerce.
“Kami meyakini bahwa ketika ekosistem tempat JNE berada tumbuh secara sehat, maka JNE akan tumbuh bersama. Komitmen ini sejalan dengan semangat Connecting Happiness, agar layanan pengiriman tetap dapat menghadirkan kebahagiaan dan mendukung momen kebersamaan masyarakat Indonesia selama Ramadan dan Lebaran Idulfitri,” tutup Eri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












