kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Jokowi minta deadline elektrifikasi Papua maju


Senin, 17 Oktober 2016 / 17:25 WIB
Jokowi minta deadline elektrifikasi Papua maju


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Rizki Caturini

JAYAPURA. Presiden Joko Widodo ingin Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempercepat penyelesaian ketersediaan listrik di Papua dan Papua Barat. Jokowi minta, elektrifikasi Papua yang kini mencapai 47% bisa segera ditingkatkan menjadi 90%. Semula target elektrifikasi 90% dalam program PLN Menuju Maluku dan Papua Terang ditetapkan selesai di 2020.

Keinginan percepatan sudah disampaikan Jokowi sewaktu berbincang dengan Direktur PLN Sofyan Basir dan Gubernur Papua Lukas Enembe. "Elektrifikasi 90% itu artinya sampai desa sudah terang-benderang. Saya maunya selesai di 2019," ujar Presiden Joko Widodo dalam Peresmian 6 Infrastruktur Kelistrikan Provinsi Papua dan Papua Barat di Gardu Induk Waena-Sentana, Jayapura, Senin (17/10)

Jokowi memandang pembangunan di Papua sebagai suatu peluang yang tidak boleh dilewatkan.  Walau tak mudah, Direktur Utama PLN Sofyan Basir tetap menyanggupi permintaan Jokowi. "Kami pasti bisa," ujar Sofyan.

Tentunya PLN perlu mengeluarkan usaha yang lebih besar demi mengejar target. "Kami akan tambah SDM," kata Sofyan.

Sejatinya, penambahan SDM akan disertai dengan pembengkakan anggaran. Namun Sofyan belum bisa memberikan perhitungan berapa tambahan anggarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×