kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

Jokowi minta deadline elektrifikasi Papua maju


Senin, 17 Oktober 2016 / 17:25 WIB


Reporter: Pamela Sarnia | Editor: Rizki Caturini

JAYAPURA. Presiden Joko Widodo ingin Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempercepat penyelesaian ketersediaan listrik di Papua dan Papua Barat. Jokowi minta, elektrifikasi Papua yang kini mencapai 47% bisa segera ditingkatkan menjadi 90%. Semula target elektrifikasi 90% dalam program PLN Menuju Maluku dan Papua Terang ditetapkan selesai di 2020.

Keinginan percepatan sudah disampaikan Jokowi sewaktu berbincang dengan Direktur PLN Sofyan Basir dan Gubernur Papua Lukas Enembe. "Elektrifikasi 90% itu artinya sampai desa sudah terang-benderang. Saya maunya selesai di 2019," ujar Presiden Joko Widodo dalam Peresmian 6 Infrastruktur Kelistrikan Provinsi Papua dan Papua Barat di Gardu Induk Waena-Sentana, Jayapura, Senin (17/10)

Jokowi memandang pembangunan di Papua sebagai suatu peluang yang tidak boleh dilewatkan.  Walau tak mudah, Direktur Utama PLN Sofyan Basir tetap menyanggupi permintaan Jokowi. "Kami pasti bisa," ujar Sofyan.

Tentunya PLN perlu mengeluarkan usaha yang lebih besar demi mengejar target. "Kami akan tambah SDM," kata Sofyan.

Sejatinya, penambahan SDM akan disertai dengan pembengkakan anggaran. Namun Sofyan belum bisa memberikan perhitungan berapa tambahan anggarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×