kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jonan bidik 1 juta rumah tangga di Aceh pakai LPG


Minggu, 23 Juli 2017 / 21:05 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Program konversi Bahan bakar Minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang dicanangkan sejak 10 tahun lalu hingga saat ini belum juga tuntas. Tidak heran jika pemerintah akan mempercepat konversi BBM ke BBG terutama di Provinsi Aceh.

Dilansir dari esdm.go.id, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan memperkirakan akan ada sekitar 1 juta rumah tangga yang akan terkonversi di Aceh pada tahun ini.

"Kira-kira 1 juta rumah tangga di Aceh akan kita percepat program konversi BBM ke LPG jadi kami mohon dukungan Kepala Dinas ESDM di Aceh untuk support hal ini," ujar Jonan saat memberikan kuliah umum di Unversitas Syiah Kuala Banda Aceh, Provinsi Aceh, Jumat (21/7).

Program konversi minyak tanah ke LPG merupakan program Pemerintah untuk pengalihan subsidi dan penggunaan minyak tanah oleh masyarakat ke LPG melalui pembagian paket perdana berupa tabung ukuran 3 kg beserta isi, kompor, regulator dan selang secara gratis kepada masyarakat yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan.

Kebijakan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007 dan untuk tahun 2015, paket perdana yang akan dibagikan berjumlah 1.128.674 dan dilaksanakan di 6 provinsi yaitu Sumatera Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi tengah dan Sulawesi Barat.

Hingga 12 Februari 2016, Program konversi Minyak Tanah ke Elpiji 3kg telah mendistribusikan 57,19 juta paket. Dengan begitu pemerintah bisa menghemat subsidi sebesar Rp197,05 triliun. Manfaat lain dari penggunaan LPG terutama bagi masyarakat adalah mengurangi kerawanan penyalahgunaan minyak tanah, mengurangi polusi udara di rumah atau dapur, menghemat waktu memasak dan perawatan alat memasak serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×