kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jual banyak Batubara, Toba Bara untung berlipat


Selasa, 04 November 2014 / 20:39 WIB
Jual banyak Batubara, Toba Bara untung berlipat
ILUSTRASI. Pemerintah Arab Saudi siap melayani jemaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Suci. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

JAKARTA. Di tengah tren pelemahan harga batubara yang masih berlanjut, PT Toba Bara Sejahtra Tbk masih bisa tersenyum lebar. Pasalnya, perusahaan tambang batubara itu mencetak pertumbuhan pendapatan hingga 31% menjadi US$ 389,73 juta dalam sembilan bulan kinerja 2014. 

Perusahaan berkode TOBA di Bursa Efek Indonesia itu mampu mengerek pendapatan melalui volume penjualan. Dari Januari hingga September 2014, perusahaan itu menjual 6,08 juta ton batubara dari total produksi 6,40 juta ton. Volume penjualan itu meningkat dari periode sama tahun lalu, yakni penjualan 4,41 juta ton batubara dari total produksi 4,59 juta ton.

Atas pencapaian produksi dan penjualan itu, Toba Bara optimistis akhir tahun nanti bisa melipat pundi-pundi lebih besar lagi. "Tahun lalu, kami produksi 6,5 juta ton batubara sedangkan tahun ini baru sembilan bulan saja sudah mencapai 6,40 juta ton," ujar Sekretaris Perusahaan Toba Bara Sejahtra Pandu Sjahrir, Selasa (4/11).

Tak cuma mampu mengerek pendapatan, dewi fortuna juga berpihak pada catatan bottom line alias laba periode berjalan. Dari pendapatan sembilan bulan tahun ini, Toba Bara mengantongi laba US$ 30,99 juta, naik 59,82% dari periode sama tahun lalu.

Padahal rata-rata harga jual batubara Toba Bara di periode itu adalah US$ 64,10 per ton. Harga itu lebih murah ketimbang sembilan bulan 2013 yakni US$ 67,47 per ton. 

Selain itu, beban pokok penjualan juga mendaki  32,11 % menjadi US$ 323,27 juta. "Efisiensi lewat joint mine plant dan pemakaian infrastruktur bersama yang kami lakukan mendorong kenaikan laba bersih," terang Pandu. 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×