kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Kadin: Industri agribisnis Indonesia tertinggal dari negara lain


Kamis, 15 Februari 2018 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas ekspor


Reporter: | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hilir masih perlu banyak pengembangan agar ekspor Indonesia tidak lagi berbasis produk mentah atau setengah jadi. Namun saat ini, Kementerian Pertanian (Kemtan) masih berfokus pada perwujudan swasambada pangan. 

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Paska Panen Kementerian Pertanian, Risfaheri mengatakan, setelah permasalahan pangan selesai, Kemtan baru akan mengejar kebutuhan industri. 

Saat ini ketersediaan bahan baku masih menjadi masalah bagi industri. Risfaheri menyatakan, tidak ada investasi asing dalam industri hulu pertanian, meski begitu investasi dalam industri hilir dinilai memungkinkan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan bilang, industri agro Indonesia tertinggal bila dibandingkan negara lain. Butuh modal besar untuk menyediakan sarana pengolahan bahan mentah dari produk pertanian.

"Produk industri agro Indonesia harus terus diperkuat, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain," jelas Johnny dalam acara Focus Group Discussion bertema Bagaimana Membangun Industri Agro yang Mendukung Industri Nasional Berkelanjutan, Kamis (15/2). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×