kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kadin: Industri agribisnis Indonesia tertinggal dari negara lain


Kamis, 15 Februari 2018 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas ekspor


Reporter: Abdul Basith | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hilir masih perlu banyak pengembangan agar ekspor Indonesia tidak lagi berbasis produk mentah atau setengah jadi. Namun saat ini, Kementerian Pertanian (Kemtan) masih berfokus pada perwujudan swasambada pangan. 

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Paska Panen Kementerian Pertanian, Risfaheri mengatakan, setelah permasalahan pangan selesai, Kemtan baru akan mengejar kebutuhan industri. 

Saat ini ketersediaan bahan baku masih menjadi masalah bagi industri. Risfaheri menyatakan, tidak ada investasi asing dalam industri hulu pertanian, meski begitu investasi dalam industri hilir dinilai memungkinkan.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian, Johnny Darmawan bilang, industri agro Indonesia tertinggal bila dibandingkan negara lain. Butuh modal besar untuk menyediakan sarana pengolahan bahan mentah dari produk pertanian.

"Produk industri agro Indonesia harus terus diperkuat, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain," jelas Johnny dalam acara Focus Group Discussion bertema Bagaimana Membangun Industri Agro yang Mendukung Industri Nasional Berkelanjutan, Kamis (15/2). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×