kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

KADIN minta insentif untuk investasi hijau


Kamis, 01 Maret 2012 / 11:37 WIB
BTS akan tampil di Grammy Awards 2021.


Reporter: Ayu Utami Larasati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengaku belum melihat adanya langkah kongkrit pemerintah untuk memberi insentif investasi hijau (green investment) kepada pelaku usaha di Indonesia.

“Kalau kami hanya mengajukan proposal (green investmetn), tetapi tidak ada langkah kongkritnya, maka sama saja membuang waktu,” kata Shinta Widjaja Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin, kemarin, Rabu (29/2), di Jakarta

Namun begitu, Kadin menurut Shinta tidak mau tinggal diam melihat tren usaha yang sudah mengarah ke green business itu. Apalagi, Indonesia memiliki sektor bisnis yang terkait dengan perkebunan.

Terkait green investment itu, Kadin berencana mengajak pelaku usaha di sektor perkebunan membuat visi green business untuk jangka panjang . “Tapi pelaku usaha juga tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” terang Shinta berharap adanya insentif kongrit dari pemerintah itu.

Shinta bilang, Kadin bersama pelaku usaha lainnya sedang menyusun visi green investment sampai 2050, dengan melibatkan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan menyambut positif langkah itu. Ia bilang, green investment di Indonesia akan diprioritaskan untuk sektor perkebunan kelapa sawit dulu.

"Nanti akan ada road map, kalau sudah cukup, kami akan kejar green projects untuk komoditas lain termasuk cokelat, karet, dan lain-lain," terang Rusman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×