kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

KAI minta penumpang rapid test H-1 agar tidak tertinggal kereta


Minggu, 25 Oktober 2020 / 17:03 WIB
KAI minta penumpang rapid test H-1 agar tidak tertinggal kereta
ILUSTRASI. Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di areal gerbong kereta api serelo di stasiun Kertapati Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (23/9/2020).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghimbau penumpang kereta api untuk melakukan rapid test H-1 sebelum jadwal keberangkatan bagi calon penumpang yang ingin memanfaatkan layanan rapid test di stasiun.

Hal ini dianjurkan supaya penumpang terhindar dari keterlambatan atau tertinggal kereta api. Pasalnya, menjelang libur panjang, terjadi penambahan penumpang yang turut berdampak pada padatnya antrean rapid test di stasiun.

Pada 24 dan 25 Oktober, layanan rapid di Stasiun Pasar Senen dan Gambir rata-rata melayani hingga sekitar 1.100 calon penumpang yang melakukan tes rapid.   

Baca Juga: Pertumbuhan investasi ke Indonesia sebagian besar sektor jasa yang untungkan China

"Calon penumpang diharapkan dapat mengatur waktu keberangkatannya dan menyiapkan rentang waktu yang cukup jika tetap akan melakukan rapid tes pada hari yang sama dengan hari keberangkatan, tidak disarankan datang 3 jam sebelum keberangkatan untuk menghindari resiko tertinggal KA mengingat antrian Rapid Tes di Stasiun cukup padat," ujar Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10).

Eva menjelaskan, rapid test bagi calon penumpang KA tidak harus dilakukan di stasiun, tetapi dapat  dilakukan di klinik-klinik terdekat yang menyediakan fasilitas rapid tes.

"Di area Daop 1 Jakarta layanan rapid tes bagi calon penumpang dilayani di Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen dengan jam operasional pukul 07.00 WIB s.d 19.00 WIB serta biaya sebesar Rp 85.000. Calon penumpang KA yang ingin melakukan rapid tes di stasiun harus memiliki kode booking tiket KAJJ yang telah terbayar lunas," jelas Eva.

Baca Juga: Jelang libur long weekend, KAI tambah perjalanan kereta api

Eva pun menegaskan calon penumpang yang hasil rapid tesnya reaktif, tidak diperkenankan melakukan perjalanan kereta api  dan tiket akan dilakukan pengembalian bea 100% di luar bea pesan serta disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.  

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×