kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kalah dengan produk impor, sembilan perusahaan tekstil lokal gulung tikar


Senin, 09 September 2019 / 18:51 WIB
Kalah dengan produk impor, sembilan perusahaan tekstil lokal gulung tikar
ILUSTRASI. Pekerja pabrik garmen

Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Banjir impor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menyebabkan industri tekstil dalam negeri menjadi lesu. TPT lokal tidak bisa terserap pasar dalam negeri karena tidak memiliki daya saing jika disandingkan dengan produk-produk impor. Akibatnya, beberapa perusahaan tekstil gulung tikar akibat tidak bisa berproduksi lagi.  

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman mengatakan, setidaknya ada sembilan perusahaan yang gulung tikar akibat tidak mampu bersaing dengan produk impor.

Baca Juga: Pelaku usaha industri tekstil sepakat mengajukan safeguard produk TPT

"Lebih banyak di sektor menengah atau antara, seperti di pemintalan ada satu, banyaknya pertenunan dan rajut," kata Ade dalam acara  Textiles Media Gathering di Menara Kadin, Senin (9/9). Adapun pekerja yang terancam kehilangan pekerjaan sebanyak 2.000 orang. 

Sementara itu, dalam kesempatan sebelumnya API Jawa Barat sempat menyampaikan bahwa industri TPT telah merumahkan total  36.000 karyawan sejak tahun 2018. 

Rendahnya daya saing industri TPT dalam negeri salah satunya disebabkan oleh panjangnya lead time industri tekstil dan produk tekstil.

Diakui oleh CEO Busana Apparel Group Marimutu Maniwanen, lead time industri tekstil Indonesia adalah 120 hari. Sementara, lead time produk fast fashion hanya kurang lebih 60 hari saja. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, lead time yang terlalu panjang dikarenakan bahan baku industri tektil di Indonesia yang mayoritas masih impor. " Kalau bahan baku kita impor sulit sekali untuk mencapainya, paling bisanya 90 hari. Untuk mencapai 60 hari kita harus punya produk yang seluruhnya dari dalam negeri," katanya dalam acara Textiles Media Gathering di Menara Kadin, Senin (9/9). 

Baca Juga: China lebih pilih Vietnam ketimbang Indonesia, ini catatan ekonom

Selain itu, hal yang memperlambat lead time industri TPT adalah peraturan di sektor hulu yang kurang fleksibel, seperti energi yang tidak murah. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin peluang investasi justru beralih ke negara-negara lain seperti Kamboja Myanmar dan Ethiopia.

Sebagai informasi, lead time adalah waktu yang diperlukan selama proses pembuatan garmen hingga distribusinya.   




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×