kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Kapasitas berlebih, industri beras tidak perlu bertambah


Senin, 26 Februari 2018 / 20:33 WIB
ILUSTRASI. Pasokan beras


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kapasitas terpasang industri beras di Indonesia sudah melebihi produksi. Hal tersebut membuat industri beras tidak efisien.

"Kapasitas terpasang saat ini sudah 2,5 kali lipat dari jumlah produksi," ujar Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Beras dan Padi (Perpadi) Sutarto Alimoeso kepada KONTAN, Senin (26/2).

Kelebihan kapasitas terpasang tersebut terutama terjadi pada daerah sentra produksi. Mengatasi hal tersebut, Sutarto bilang perlu adanya konsolidasi penggilingan kecil.

Selain itu Sutarto menegaskan agar terdapat revitalisasi penggilingan beras. Hal itu untuk membuat penggilingan kecil dapat memasok beras kualitas premium.

Sutarto juga bilang agar industri beras tidak lagi bertambah terutama untuk industri besar. Hal itu akan membuat penggilingan kecil terdesak sehingga terjadi persaingan tidak sehat.

Namun, industri dapat melebarkan sayapnya di daerah baru. "Kalau buka di daerah baru tidak masalah, tapi kalau seperti di pulau Jawa sudah terlalu banyak," terang Sutarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×