kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Karena murah, bisnis properti di Indonesia jadi incaran pengembang asing


Rabu, 26 Januari 2011 / 16:50 WIB
Karena murah, bisnis properti di Indonesia jadi incaran pengembang asing


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Membaiknya perekonomian di Indonesia, tidak hanya menarik pertumbuhan permintaan konsumen dan investor dalam negeri. Namun, pengembang asing juga ikut meramaikan pasar properti di Indonesia. Tahun ini, para pengembang properti asing itu semakin gencar melirik pasar di Indonesia.

"Tingginya minat investor luar negeri untuk mengembangkan proyek mereka di sini makin terlihat sejak tahun lalu," ujar Country Head Jones Lang LaSalle, Todd Lauchlan. Sejumlah pengembang dari negara-negara Asia seperti Singapura, Korea, Hongkong dan Jepang mulai melakukan studi dan penjajakan bisnis untuk mengembangkan proyek-proyek baru.

Menurut Todd, para pengembang asing itu kebanyakan melakukan mitra dengan investor lokal. "Ini tentunya makin memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pasar properti di dalam negeri," kata Todd.

Presiden Direktur Jones Lang LaSalle, Djodi Trisusanto menuturkan, meski banyak pengembang asing yang mulai melirik, namun masih ada ganjalan. Yakni, peraturan tentang kepemilikan asing di properti. "Ini kan belum beres, mestinya pemerintah itu harus memperhatikan hal ini. Karena mereka itu minat terhadap Indonesia," jelas Djodi.

Djodi bilang, rendahnya harga properti di Indonesia membuat banyak pengembang asing melirik investasi di Indonesia. "Harga properti kita itu masih lebih rendah ketimbang dengan Malaysia. Tapi kan asing juga memikirkan faktor lain seperti kenyamanan," kata Djodi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×