kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Karyawan Telkomsel ancam akan mogok kerja hingga akhir tahun


Kamis, 10 November 2011 / 13:25 WIB
Karyawan Telkomsel ancam akan mogok kerja hingga akhir tahun
ILUSTRASI. Sebuah resto melakukan penerapan protokol kesehatan dengan memasang tanda di meja yang berada di salah satu gerai pusat perbelanjaan


Reporter: Harry Febrian | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Besok (11/10), para pekerja Telkomsel akan melanjutkan aksi mogok kerja. Bahkan jika tuntutan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) tidak belum juga terpenuhi, mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja hingga 30 Desember 2011

Sementara, orasi karyawan yang berlangsung sejak pagi tadi ini telah berakhir pada pukul 12 siang tadi.

Ketua Umum Sepakat, Achsinanto Risantosa, menyatakan, sebenarnya mereka sangat membuka ruang untuk dialog, namun jika tuntutan tidak juga dikabulkan, maka aksi mogok akan jadi opsi terakhir.

"Pada prinsipnya sejak awal kami selalu siap untuk dialog dan komunikasi guna mencari penyelesaian terbaik demi keberlangsungan jangka panjang perusahaan," ujar Risantosa.

Adapun tuntutan Sepakat pada demonstrasi ini penerapan Good Corporate Government secara murni dan konsisten, khususnya implementasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) seutuhnya.

Selain itu, menempatkan aspirasi karyawan sebagai penentu kebijakan strategis perusahaan, serta pengelolaan Telkomsel secara profesional dan independen, khususnya agar SDM diperlakukan sebagai aset (human capital).

Ricardo Indra, GM Corporate Communications Telkomsel, bilang, persoalan ini merupakan bagian dari proses hubungan industrial internal di Telkomsel dan pihak terkait.

"Secara prinsip, kami membuka ruang dialog dengan Serikat untuk merundingkan penyelesaian perselisihan ini," katanya dalam pernyataan media yang diterima KONTAN, hari ini (10/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×