kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kasus Covid-19 melandai, layar bioskop mulai membentang


Sabtu, 18 September 2021 / 07:42 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung berjalan keluar dari studio usai menonton film di Cinema XXI Trans Studio Mall, Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021).Kasus Covid-19 melandai, layar bioskop mulai membentang


Reporter: Ramadhan Sultan | Editor: Noverius Laoli

Brand Marketing & Partnership Head Cinepolis Cinemas Indonesia, Indriana Listia Rahmawati menerangkan, sebanyak 19 bioskop Cinepolis belum beroperasi karena belum dapat izin buka dari Pemda karena masih berada di wilayah PPKM level 4.

"Layar yang aktif pada bioskop Cinepolis Cinemas Indonesia sekitar 205- 210 pada Kamis (16/9)," kata dia.

Baca Juga: Sudah vaksin Covid-19 di luar negeri bisa daftar di PeduliLindungi, begini alurnya

Menurut Indriana, sudah ada beberapa film atau movie blockbuster yang mengantri untuk diputar di bioskop Cinepolis. Antara lain Suicide Squad, Black Widow dan lainnya. Minggu depannya lagi akan ada film, seperti Shang-Ci, No Time To Die, Space Jam: A New Legacy, Peter Rabbit 2 dan Malignant.

Tak mau ketinggalan, PT Nusantara Sejahtera Raya juga telah membuka kembali 175 bioskop Cinema XXI yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Head of Corporate Communication & Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol bilang, bioskop Cinema XXI telah menjalankan uji coba pembukaan per tanggal 16 September 2021. "Syarat menonton harus palai aplikasi PeduliLindungi," kata dia.

Selanjutnya: 3 Film Korea terbaru di Viu bulan September 2021, ada kisah-kisah romantis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×